Prabowo Ajak Semua Ketum Parpol Koalisi Makan Siang Bareng Erdogan di Istana Bogor
Prabowo mengundang semua ketum parpol koalisi untuk menghormati Erdogan.
Pertemuan dengan Presiden Turki Recep Tayyep Erdogan di Istana Bogor, Jawa Barat tidak hanya dihadiri oleh jajaran menteri saja. Presiden Prabowo Subianto rupanya turut mengundang seluruh ketua umum atau ketum partai koalisi.
“Bukan hanya Ketum NasDem, tetapi juga para ketum partai koalisi diundang Presiden Prabowo pada acara jamuan santap siang kenegaraan untuk menghormati Presiden Republik Turkiye Yang Mulia Recep Tayyip Erdogan di Istana Kepresidenan Bogor,” tutur Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana saat dikonfirmasi, Rabu (12/2).
Berdasarkan informasi, memang Ketum NasDem Surya Paloh dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu turut hadir dalam jamuan santap siang kenegaraan bersama Prabowo dan Erdogan.
Presiden Prabowo Subianto mengaku bangga dengan kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan lantaran menghasilkan banyaknya kerja sama di berbagai sektor antar negara. Hal itu pun menjadi momen bersejarah menuju 100 tahun hubungan kemitraan Indonesia dan Turki.
"Saya sangat gembira bahwa kunjungan ini sangat produktif. Kunjungan Presiden Erdogan adalah babak baru dalam kemitraan strategis kita, dan akan menjadi momentum sejarah menuju 100 tahun kemitraan Indonesia dan Turkiye di tahun 2050," tutur Prabowo.
Prabowo dan Erdogan Bahas Kerja Sama Ekonomi Sampai Pertahanan
Kunjungan Erdogan sendiri bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Turki. Ini merupakan pertemuan High Level Strategic Council pertama antara Prabowo dengan Erdogan.
"Kemitraan ini adalah untuk kemakmuran rakyat kedua negara dan juga untuk bekerja demi tatanan dunia baru yang lebih baik, mengarah ke perdamaian dan stabilitas dunia. Dalam pertemuan, kita membahas berbagai kerja sama yang sejalan prioritas kedua negara," jelas dia.
Dalam bidang ekonomi dan perdagangan, kata Prabowo, Indonesia dan Turki berkomitmen untuk meningkatkan perdagangan antar negara dengan saling menguntungkan kedua belah pihak lewat percepatan finalisasi kesepakatan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
"Kami sepakat untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk kedua negara. Indonesia dan Turki akan memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan, termasuk pendidikan dan latihan bagi personel angkatan bersenjata kita, kerja sama intelijen, dan kontra terorisme," ungkapnya.
Tidak ketinggalan, ada pula kesepakatan untuk meningkatkan produksi di industri pertahanan. Termasuk juga peningkatan kerja sama di bidang kesehatan.
"Di bidang Hubungan Internasional, kami menegaskan bahwa Indonesia dan Turki berpandangan tetap bahwa solusi perdamaian dan Palestina adalah kemerdekaan bagi Palestina dengna solusi dua negara, two state solution. Kita juga mendukung perdamaian di Suriah dan Ukraina," kata Prabowo menandaskan.