Prabowo dan Erdogan Kompak Desak Kemerdekaan Palestina
Prabowo menyebut, kedua negara punya pandangan yang sama terkait perdamaian di Palestina.
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Turki Reccep Tayyip menegaskan komitmennya dalam mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution). Prabowo menyebut, kedua negara punya pandangan yang sama terkait perdamaian di Palestina.
"Di bidang hubungan internasional kami menegaskan bahwa Indonesia dan Turki berpandangan tetap bahwa solusi perdamaian dan Palestina adalah kemerdekaan bagi Palestina dengan solusi dua negara, two-state solution," ujar Prabowo dalam joint press statement di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2).
Prabowo menyampaikan dukungan Indonesia dan Turki terhadap upaya perdamaian di Suriah dan Ukraina. Menurutnya, stabilitas di kawasan-kawasan tersebut sangat penting bagi keamanan global.
Prabowo lantas mengapresiasi kunjungan Presiden Erdogan ke Indonesia. Baginya, ini adalah momentum bersejarah dalam hubungan kedua negara.
"Saya sangat gembira bahwa kunjungan ini sangat produktif. Kunjungan Presiden Erdogan adalah babak baru dalam kemitraan strategis kita. Dan akan menjadi momentum sejarah menuju 100 tahun kemitraan Indonesia dan Turkiye di tahun 2050," ungkapnya.
Erdogan: Kemerdekaan Palestina Tak Bisa Ditunda Lagi
Dalam kesempatan sama, Presiden Erdogan menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina, khususnya di Yerusalem Timur tidak bisa ditunda lagi.
"Saya ingin menekankan lagi dengan tegas bahwa East Yerusalem yang didirikan pada 1967 kemerdekaannya dan kedaulatannya, berdirinya negara Palestina yang merdeka tidak bisa diundur-undur lagi," ujar Erdogan.
Erdogan mengkritisi segala upaya yang menghalangi kemerdekaan Palestina. Menurutnya, tindakan tersebut hanya akan memperburuk konflik yang berkepanjangan.
"Segala upaya untuk menghalangi segala kemerdekaan Palestina sebagaimana saya maksud tidak sah. Bagi kami ini akan menambah konflik yang terus berkepanjangan, akan menambah darah yang tumpah, dan menambah ketidakstabilan di wilayah," tegasnya.
Menurutnya, sebelum Palestina mencapai perdamaian, maka tidak mungkin negara sekitarnya mencapai perdamaian. Erdogan lalu menyoroti besarnya kerusakan agresi Israel terhadap Gaza selama 15 bulan terakhir.
"Total kerusakan akibat serangan Israel selama 15 bulan sudah mendekati 115 miliar dolar. Mari kita jangan lupakan bahwa prinsip hukum sangat penting," pungkas Erdogan.
Bahas Kerja Sama Pertahanan dan Keamanan
Prabowo dan Erdogan juga sepakat memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan kedua negara. Kedua pemimpin pun sepakat memperluas akses pasar bagi produk-produk kedua negara.
"Kami sepakat untuk memperluas akses pasar bagi produk-produk kedua negara. Indonesia dan Turki akan memperkuat kerja sama pertahanan dan keamanan, termasuk pendidikan dan latihan bagi personel angkatan bersenjata kita, kerja sama intelijen, dan kontra terorisme," kata Prabowo.
Prabowo dan Erdogan juga sepakat untuk meningkatkan produksi bersama dan kerja sama di bidang industri pertahanan. Menurutnya, kerja sama industri pertahanan antara Indonesia dan Turki saat ini berjalan baik.
Eks Menteri Pertahanan ini juga sudah berjumpa dengan para pimpinam perusahaan industri pertahanan Turki pada Desember tahun lalu di Istanbul. Prabowo lantas memohon dukungan dari Erdogan mengenai keinginan Indonesia memiliki joint venture dengan beberapa perusahaan Turki.
"Kami juga mohon dukungan yang mulia karena kami ingin mempunyai joint venture dengan beberapa perusahaan Turki. Dan kita ingin joint production bersama industri pertahanan," ujar Prabowo.
"Kemudian kita juga sudah punya kerja sama yang baik dengan banyak perusahaan Turki, yang ternama Roketsan, Aselsan, Havelsan, juga dengan Baykar. Dan kita ingin serius untuk ikut serta dalam program-program yang sedang dilaksanakan bersama Turki," tandas Prabowo.