Mengapa Reza Rahadian Debut Sutradara Film 'Pangku'? Ini Alasannya!
Aktor Reza Rahadian kini menjajal kursi sutradara untuk film panjang perdananya, 'Pangku'. Apa yang mendorong Reza Rahadian Sutradara Film ini mengambil langkah besar tersebut? Simak selengkapnya.
Aktor kenamaan Reza Rahadian kini membuat gebrakan baru dalam kariernya. Ia menjajal dunia penyutradaraan dengan menggarap film panjang berjudul “Pangku”. Keputusan ini menandai debutnya sebagai sutradara, sebuah langkah menarik perhatian publik dan para penggemar film.
Reza Rahadian Sutradara Film ini mengungkapkan bahwa dorongan utama di balik keputusannya adalah kebutuhan untuk terus bergerak dan bertumbuh. Ia merasa medium penyutradaraan memberinya ruang baru untuk eksplorasi artistik. Hal ini disampaikannya usai konferensi pers film tersebut di Jakarta, Senin (08/9).
Bagi Reza, baik berakting maupun menyutradarai memiliki kenikmatan tersendiri. Namun, ia menekankan bahwa saat ini, peran sutradara menawarkan kesempatan unik untuk mengembangkan diri. Ini adalah fase baru dalam perjalanan profesionalnya di industri perfilman nasional.
Ruang Baru untuk Bertumbuh: Alasan di Balik Debut Penyutradaraan
Reza Rahadian menjelaskan bahwa debutnya sebagai sutradara film panjang ini merupakan “first feature film” baginya. Ia melihatnya sebagai sebuah medium baru yang membuka kesempatan untuk terus berkembang. “Medium penyutradaraan adalah medium saya yang baru,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ini adalah ruang baru untuk bertumbuh dan bergerak maju.
Aktor peraih banyak penghargaan ini mengakui bahwa ada kenikmatan tersendiri dalam berakting maupun menyutradarai. Namun, saat ini, fokusnya adalah pada bagaimana penyutradaraan memberinya ruang untuk terus tumbuh. Ini menunjukkan komitmennya untuk tidak stagnan dalam karier.
Standar yang dipegang oleh Reza Rahadian Sutradara Film ini adalah kemampuan untuk menyampaikan cerita dengan jujur. “Standar saya adalah apakah saya bisa menyampaikan sebuah cerita dengan jujur, dengan sebaik-baiknya itu menjadi standar,” tuturnya. Kejujuran dalam bercerita menjadi landasan utama dalam karya debutnya ini.
Menggali Nilai Kehidupan dari Ibu dalam 'Pangku'
Melalui film “Pangku”, Reza Rahadian Sutradara Film ini mewujudkan adegan impiannya yang terinspirasi dari ibunya. Ia memasukkan nilai pelajaran hidup berharga yang diajarkan sang ibu ke dalam naskah film. Ini menunjukkan kedalaman personal dalam karyanya.
Nilai tersebut adalah bahwa kesulitan dan tantangan hidup tidak seharusnya diromantisasi atau dijadikan alasan untuk mengasihani diri. “Tapi dijadikan momentum untuk melangkah lebih baik lagi, lebih tepat, jadi enggak ada proses untuk mengasihani diri dan tidak mendramatisasi duka dalam kehidupan gitu,” jelas Reza. Sebaliknya, hidup harus terus dirayakan dengan segala dinamikanya.
Reza menggambarkan nilai ini dalam adegan sederhana, seperti ibu dan anak yang mengobrol sambil tiduran. Adegan ini menunjukkan ikatan kuat tanpa meratapi nasib. “Itu bonding antara orang tua dengan anak, tapi bukan sedang meratapi nasib. Lebih kepada, oh yaudah, ini hidup kita lagi begini, kita jalani aja,” imbuhnya.
Nilai ini juga ditemukan Reza saat riset di lapangan, dari orang-orang yang hidupnya jauh dari keberuntungan namun memiliki kekuatan inspiratif. “Memang berat tapi bukan untuk dikasihani, ‘hidup harus dijalani aja mas’. Jawaban dijalani aja tuh buat saya kayak, kok bisa ya mereka jawab sekuat itu,” katanya, menunjukkan kekagumannya.
Kisah Perjuangan Perempuan dan Prestasi Internasional 'Pangku'
Film “Pangku” diproduksi oleh Gambar Gerak, rumah produksi yang didirikan Reza Rahadian dan Arya Ibrahim. Film ini mengangkat kisah perjuangan bertahan hidup perempuan dan ibu. Cerita berpusat pada Sartika (Claresta Taufan), seorang perempuan hamil yang mencari masa depan lebih baik.
Sartika bertemu Maya (Christine Hakim), pemilik kedai kopi di Pantura yang membantunya melahirkan. Namun, situasi justru membawanya menjadi pelayan kopi pangku tanpa banyak pilihan. Kisah ini menggambarkan realita sulit yang dihadapi banyak perempuan.
Film ini didukung oleh jajaran aktor ternama, antara lain Claresta Taufan, Christine Hakim, Fedi Nuril, Devano Danendra, Shakeel Fauzi, Putri Risa Juan, Dea Chandika, Nazira C. Noer, Galabby, T. J. Ruth, Lukman Sardi, dan Djenar Masa Ayu. “Pangku” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 November 2025.
Sebelum tayang, film “Pangku” telah meraih berbagai penghargaan dan pengakuan internasional. Ini termasuk White Light Post-Production Award di JAFF Future Project (JFP) 2024. Film ini juga lolos seleksi untuk dipresentasikan dalam Hong Kong - Asia Film Financing Forum ke-23 (HAF23).
Lebih lanjut, “Pangku” terpilih menjadi salah satu dari lima proyek film yang memenangkan HAF Goes to Cannes Program. Ini membawanya untuk dipresentasikan di Cannes Film Festival 2025. Film ini juga mengikuti Far East in Progress, Focus Asia 2025 di Far East Film Festival 2025 dan mendapatkan bantuan pendanaan Red Sea Fund for Post-Production.
Sumber: AntaraNews