Fakta Unik di Balik Izin Nadine Amizah: Lagu 'Rayuan Perempuan Gila' Jadi OST Film Debut Reza Rahadian 'Pangku

Reza Rahadian berhasil mendapatkan izin Nadine Amizah untuk lagu 'Rayuan Perempuan Gila' sebagai OST film debutnya, 'Pangku'. Apa alasan Nadine setuju setelah membaca skrip?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Unik di Balik Izin Nadine Amizah: Lagu 'Rayuan Perempuan Gila' Jadi OST Film Debut Reza Rahadian 'Pangku
Sutradara Reza Rahadian berhasil mendapatkan izin Nadine Amizah untuk OST Film Pangku dengan 'Rayuan Perempuan Gila' setelah sang penyanyi membaca skrip. Penasaran alasannya? (AntaraNews)

Sutradara Reza Rahadian berhasil mengamankan izin penggunaan lagu "Rayuan Perempuan Gila" dari penyanyi Nadine Amizah. Lagu populer tersebut akan menjadi lajur suara orisinal (OST) untuk film debut penyutradaraannya, "Pangku". Keputusan ini diambil setelah Nadine Amizah secara pribadi membaca skrip film tersebut dan merasa lagu tersebut menemukan "rumah" yang tepat.

Proses persetujuan ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui pertimbangan matang dari Nadine Amizah. Pertemuan antara Reza dan Nadine menjadi titik krusial dalam kesepakatan ini. Film "Pangku" sendiri merupakan karya perdana Reza sebagai sutradara yang telah meraih empat penghargaan internasional.

Acara gala perdana film "Pangku" di Jakarta menjadi momen pengumuman penting ini kepada publik. Film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 6 November ini diharapkan mampu menarik perhatian penikmat sinema. Kehadiran lagu "Rayuan Perempuan Gila" diproyeksikan akan menambah kedalaman emosi dalam narasi film.

"Rayuan Perempuan Gila" Temukan "Rumah" di Film "Pangku"

Lagu "Rayuan Perempuan Gila" pertama kali diperkenalkan kepada Reza Rahadian oleh produser Arya Ibrahim, yang mengagumi karya-karya Nadine Amizah. Setelah mendengarkan lagu tersebut, Reza mengaku langsung teringat pada sosok ibunya. "Saat dengar lagunya, yang pertama kali muncul di kepala saya itu wajah ibu saya," ungkap Reza, "Karena, menurut saya, dia cukup gila untuk menjadi seorang perempuan yang hebat."

Koneksi personal ini memperkuat keyakinan Reza bahwa lagu tersebut cocok untuk filmnya. Lagu ini dinilai mampu memberikan dimensi emosional yang lebih dalam. Terutama untuk karakter Sartika dalam adegan penting di film "Pangku", sehingga resonansi lagu dengan cerita menjadi sangat kuat.

Nadine Amizah sendiri tidak langsung memberikan persetujuan. Ia meminta untuk membaca skrip film "Pangku" terlebih dahulu sebelum memberikan lampu hijau. Setelah pertemuan dengan Reza, Nadine menyatakan, "Jadi gini Kak Reza, ini bukan karena Kak Reza ya tapi ini karena ceritanya. Saya sudah menemukan rumah untuk Rayuan Perempuan Gila." Persetujuan ini disambut baik oleh Reza Rahadian.

"Pangku": Debut Penyutradaraan Reza Rahadian dengan Sentuhan Musik Legendaris

Film "Pangku" menandai debut Reza Rahadian sebagai seorang sutradara, sebuah langkah besar dalam kariernya di industri perfilman. Karya ini telah menarik perhatian internasional dengan memenangkan empat penghargaan bergengsi di Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Prestasi ini menunjukkan kualitas dan potensi besar dari film perdana Reza Rahadian.

Selain "Rayuan Perempuan Gila", film ini juga diperkaya dengan kehadiran lagu legendaris Iwan Fals, berjudul "Ibu". Untuk memberikan sentuhan yang lebih segar dan relevan dengan film, Iwan Fals bahkan merekam ulang lagu ikonik tersebut. Versi rekaman terbaru ini diharapkan dapat memberikan nuansa emosional yang berbeda dan mendalam bagi penonton.

Film "Pangku" mengisahkan perjalanan Sartika (Claresta Taufan), seorang perempuan hamil yang pindah ke kota baru demi masa depan anaknya. Di sana, ia bertemu Maya (Christine Hakim), pemilik kedai kopi di Pantura yang merawatnya. Setelah melahirkan, Sartika dibujuk bekerja menyuguhkan kopi sambil dipangku, hingga ia jatuh cinta pada Hadi (Fedi Nuril), seorang sopir truk distributor ikan. Cerita ini menjanjikan drama yang kompleks tentang pencarian kebahagiaan dan identitas.

Film ini dijadwalkan akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 6 November. Penonton akan diajak menyelami kisah Sartika yang penuh liku, diiringi oleh dua lagu OST yang memiliki kekuatan emosional tinggi. Kombinasi cerita yang kuat dan musik yang menyentuh diharapkan mampu menciptakan pengalaman sinematik yang tak terlupakan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi