Mendes Yandri Bolak Balik ke Lembah Hambalang, Ada Apa?
Yandri diketahui berada di kawasan tersebut sejak Kamis (17/7).
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes) Yandri Susanto bolak balik ke kawasan Hambalang, Bogor. Yandri diketahui berada di kawasan tersebut sejak Kamis (17/7).
Ternyata, Yandri menyempatkan hadir dan membersamai perhelatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Barisan Muda PAN dan Kemah Akbar Barisan Merah Putih, yang digelar tanggal 17 sampai 19 Juli 2025.
Menurut Yandri, BM PAN merupakan rumah pertama yang kemudian mengantarkannya hingga kini menjabat sebagai menteri. Yandri menyebut dia pernah menjadi cleaning service di Ranting PAN, Rempoa, Tangerang Selatan.
"Saya mengawali aktivitas di PAN mulai dari bawah, tinggal di sekretariat PAN Rempoa, jadi tukang bersih-bersih. Lalu pindah ke sekretariat DPP BM PAN, di situ juga bantu-bantu jadi tukang sapu. Artinya saya ini berangkat dan berproses dari bawah betul," ungkap Yandri.
Di hadapan ribuan kader BM PAN se-Indonesia, Yandri yang juga pernah menjadi ketua umum di organisasi tersebut menitipkan pesan dan motivasi untuk terus merawat semangat dan militansi terhadap partai.
"Kader BM PAN di seluruh daerah baik di daerah maupun di pusat harus membuktikan miltansinya lewat karya. Sehingga dengan begitu, kita bisa terus maju dan bermanfaat bagi siapapun," tambahnya.
Sebagai Mendes, Yandri juga berpesan agar seluruh Kader BM PAN di semua tingkatan dapat mengisi ruang-ruang yang bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Ada begitu banyak potensi yang ada di desa, saya berharap setelah acara ini, saudara-saudaraku kembali ke daerahnya masing-masing dapat mengisi ruang-ruang yang ada. Intinya kita harus perbanyak karya, kader BM PAN harus jadi yang terdepan yang memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Dengan begitu, masyarakat akan melihat kerja kerja kita dan target 3 besar insya Allah bisa kita capai," tukasnya.
Masih di tempat yang sama, anggota DPR yang juga mantan ketua umum BM PAN, Ahmad Rizki Sadig menyebut BM PAN sebagai kawah candradimuka. Menurutnya organisasi ini harus terus eksis dan adaptif dengan zaman.
"BM PAN ini telah terbukti menjadi kawah candradimuka, yang membina dan melahirkan kader-kader partai yang berkualitas. BM PAN harus terus memproduksi kader-kader berkualitas untuk negeri," ungkap Rizki.
Senada dengan Yandri, Ahmad Yohan, anggota DPR yang juga pernah menjadi ketua umum BM PAN mengatakan BM PAN harus tumbuh dari proses sehingga menjadikannya kader organik.
"saudara-saudaraku Kader BM PAN seluruh Indonesia harus mampu mengukur dimana dia harus berperan. Dengan begitu Kader BM PAN betul-betul menjadi ujung tombak perkaderan anak muda PAN dan seperti apa yang disampaikan ketua umum kita BM PAN paling diandalkan," pungkasnya.