Mendagri Tito Karnavian Tinjau Banjir Aceh, Pastikan Kebutuhan Korban Terpenuhi
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau langsung lokasi banjir dan longsor di Pidie, Aceh, memastikan kebutuhan korban terpenuhi dan koordinasi penanganan darurat berjalan optimal.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah mengunjungi sejumlah lokasi terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pidie serta Pidie Jaya, Aceh. Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap aspirasi warga dan menyiapkan berbagai kebutuhan mendesak bagi para korban bencana.
Tito Karnavian menyatakan bahwa dirinya mendapat tugas langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mendata kebutuhan korban banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh. Ia juga telah dihubungi oleh Menteri Sekretaris Negara guna menginformasikan segala hal yang diperlukan, termasuk perbaikan infrastruktur seperti tanggul.
Pernyataan tersebut disampaikan Mendagri usai berdialog dengan masyarakat di Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Aceh, pada hari Sabtu. Dalam kunjungan tersebut, Mendagri didampingi oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, sekaligus mendiskusikan langkah mitigasi untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang.
Peninjauan Langsung dan Koordinasi Bantuan
Mendagri Tito Karnavian tiba di Aceh dan langsung disambut oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, sebelum meninjau beberapa lokasi bencana. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan penanganan dampak banjir dan longsor di Aceh berjalan efektif.
Dalam dialognya dengan warga, Mendagri Tito Karnavian fokus pada identifikasi kebutuhan mendesak seperti logistik, perbaikan rumah, dan fasilitas umum. Koordinasi erat antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam menyalurkan bantuan dan memastikan setiap aspirasi korban banjir Aceh dapat tertangani dengan baik.
Pemerintah pusat melalui instruksi Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya respons cepat dan terkoordinasi. Hal ini juga melibatkan komunikasi langsung dengan Menteri Sekretaris Negara untuk memastikan dukungan penuh bagi upaya pemulihan pasca bencana banjir dan longsor di Aceh.
Dampak Bencana pada Infrastruktur Vital
Bencana banjir dan longsor di Aceh telah menimbulkan dampak signifikan terhadap infrastruktur vital di beberapa wilayah. Mendagri Tito Karnavian menyoroti gangguan pada pasokan listrik, di mana sejumlah pembangkit listrik menuju wilayah barat seperti Banda Aceh, Pidie Jaya, dan Bireuen, ikut terdampak.
Akibatnya, banyak daerah mengalami pemadaman listrik, dan di Banda Aceh, kebutuhan listrik sementara harus dialihkan dari wilayah Nagan Raya, yang menyebabkan pelayanan PLN menjadi tidak maksimal. Kerusakan ini mengganggu aktivitas sehari-hari dan menghambat proses pemulihan bagi korban banjir.
Selain itu, rombongan Mendagri juga memantau kondisi jembatan penghubung jalur Medan-Aceh di Simpang Empat Merdu, Kabupaten Pidie Jaya, yang terputus akibat longsor. Kondisi ini menyebabkan gangguan transportasi yang serius dari Medan ke Aceh, menghambat distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat.
Respons Cepat dan Penyaluran Bantuan Darurat
Mendagri Tito Karnavian berharap seluruh unsur pemerintahan dapat segera bergerak cepat dalam proses pemulihan. Prioritas utama adalah memperbaiki prasarana yang rusak, memulihkan akses transportasi, dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir terpenuhi secara optimal.
Ia menegaskan bahwa gangguan transportasi yang terjadi sejak 25 November harus segera ditangani dengan kekuatan dan koordinasi yang optimal dari semua pihak. Pemerintah pusat dan daerah terus memperkuat koordinasi, dengan bantuan logistik dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Presiden, dan Pemerintah Aceh yang sudah disalurkan sejak peringatan dini BMKG.
Distribusi bantuan kini diperluas lewat udara menggunakan helikopter TNI-Polri karena banyak wilayah yang tidak dapat ditembus jalur darat. Bandara Malikussaleh dan Cut Nyak Dhien telah difungsikan sebagai pusat distribusi udara, sementara posko bencana juga mendapat dukungan komunikasi untuk memastikan informasi cepat sampai kepada korban banjir.
Kondisi Terkini dan Skala Dampak Bencana
Aceh merupakan salah satu dari tiga provinsi di Sumatera yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir dan tanah longsor. Kondisi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) per 28 November 2025, terdapat 17 kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang terdampak bencana. Jumlah pengungsi akibat banjir dan longsor ini mencapai lebih dari 10.000 Kepala Keluarga (KK).
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari informasi provokatif selama masa penanganan darurat ini. Fokus utama adalah pada upaya pemulihan dan memastikan keselamatan serta kesejahteraan seluruh korban bencana di Aceh.
Sumber: AntaraNews