Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera, memastikan akan mengawal dan mempercepat pemulihan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Fokus utama adalah penyaluran bantuan serta perbaikan infrastruktur vital yang terdampak bencana.
Sejak bencana melanda pada akhir November 2025, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda) telah mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani dampaknya. Upaya masif ini bertujuan mengatasi segala kerusakan dan kerugian di Kabupaten Pidie Jaya.
Setelah hampir tiga bulan masa pemulihan, kondisi di berbagai wilayah, termasuk Pidie Jaya, mulai berangsur normal. Namun, Tito menegaskan masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan untuk mencapai pemulihan penuh.
Advertisement
Advertisement
Mendagri Tito Karnavian menyoroti kemajuan signifikan dalam perbaikan infrastruktur yang sempat lumpuh akibat bencana. Jalan nasional kini sudah bisa dilewati, serta pasokan listrik dan jaringan internet telah pulih sepenuhnya.
Sebelumnya, sejumlah infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, listrik, dan jaringan komunikasi mengalami gangguan parah. Bahkan, SPBU di Pidie Jaya sempat mengalami antrean panjang atau tutup total, namun kini kondisi telah normal.
Meskipun demikian, Tito menegaskan bahwa beberapa pekerjaan masih memerlukan perhatian serius dan percepatan. Pembersihan lumpur akibat banjir, penanganan sedimen sungai, serta perbaikan jembatan dan jalan yang rusak menjadi prioritas utama.
Advertisement
Advertisement
Satgas PRR juga memberikan perhatian khusus pada penanganan pengungsi pascabencana, dengan target ambisius untuk memindahkan mereka dari tenda. Seluruh pengungsi diharapkan tidak lagi tinggal di tenda sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.
Untuk mencapai target ini, pemerintah telah menyiapkan solusi hunian yang lebih layak bagi para pengungsi. Mereka akan dipindahkan ke hunian sementara (huntara) atau diberikan Dana Tunggu Hunian (DTH), sesuai hasil rapat koordinasi tingkat menteri.
Pemerintah juga menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada masyarakat terdampak di Pidie Jaya. Bantuan tersebut meliputi kebutuhan hidup harian, bantuan isi perabot rumah tangga, serta bantuan ekonomi bagi pihak yang berhak menerima.
Advertisement
Advertisement
Kabupaten Pidie Jaya menjadi salah satu daerah yang menerima bantuan tahap awal dalam jumlah besar. Hal ini dimungkinkan karena pemerintah daerah mampu menyiapkan data penerima secara cepat dan lengkap.
Mendagri Tito Karnavian secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Bupati Pidie Jaya atas kecepatan dan akurasi data tersebut. Kesiapan data yang baik memastikan bantuan tersalurkan secara efektif dan efisien kepada yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan ini dilakukan serentak di 52 kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera. Pidie Jaya menonjol sebagai penerima bantuan terbesar pada tahap pertama berkat kesigapan pemerintah daerahnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews