Menag Nasaruddin Umar Ajak Jemaah Tarekat Doakan Indonesia pada Hari Silsilah ke-35 Prof Kadirun Yahya
Menag menilai peringatan tersebut tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga mencerminkan peran penting tarekat dalam menjaga nilai keagamaan.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan penghormatan dan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan peringatan akbar Hari Guru (HG) ke-109 sekaligus Hari Silsilah ke-35 Tarekat Naqsyabandiyah Al Khalidiyah Maulana Sayyidi Syaikh Prof Dr Kadirun Yahya Muhammad Amin, Msc Alkhalidi yang digelar di Surau Qutubul Amin, Arco, Depok.
Menag menilai peringatan tersebut tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga mencerminkan peran penting tarekat dalam menjaga nilai keagamaan, pendidikan, dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
"Saya Menteri Agama RI menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan kegiatan peringatan Hari Silsilah tarekat Naqsyabandiyah Prof Dr H Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya Muhammad Amin Alkhalidi," kata Menag di depan ribuan jemaah murid tarikat sang Mursyid yang profesor ahli fisika/kimia atau ilmu atom itu pada puncak peringatan Hari Guru/ Hari Silsilah, 20 Juni 2026.
Apresiasi
Menag menyampaikan apresiasinya ini lewat videotapping yang ditampilkan di videotron ukuran besar 10 meter x 4,5 meter. Menag melakukan itu, karena berhalangan untuk bisa bertatap muka langsung dengan ribuan jamaah tarekat bermursyid ke 35 di pusat majelis di Surau Qutubul Amin, Arco.
"Sebenarnya, saya pingin sekali, dan sudah menjadualkan. Tapi, tiba-tiba ada acara mendadak yang tidak boleh saya tundakan. Saya harus ke suatu tempat yang diperintahkan," kata Menag
Hari Guru atau Hari Silsilah yang tiap tahun oleh Yayasan Surau Qutubul Amin (SQA) diselenggarakan tepat hari kelahiran Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya. Berlangsung sejak Pukul 07.00 hingga Ashar di Pendopo Agung SQA. Dirangkai kegiatan ziarah akbar seluruh jamaah antara Pukul 10.30 sampai 14.30 WIB.
Pembina Yayasan SQA, Ibunda Dra Hj Erlina Kadirun Yahya, isteri terkasih Almaghfurlah profesor yang anak muridnya melazimkan menyebut Ayahanda Guru, juga hadir di hadapan massa jamaah yang datang dari dalam maupun luar negeri seperti Malaysia. Bahkan, ada yang dari Eropa, yakni Swiss.
Muhaimin Iskandar
Menteri Koodinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar hadir bersama para murid tarikat dari kalangan pejabat pemerintahan lainnya.
"Di dalam pengabdian dan doa doa, tanpa perintah dan permintaan dari pemerintah, dari siapa pun, thoriqoh ini terus mendoakan bangsa kita," kata Abangda Muhaimin, panggilan lazim jemaah tarekat ini kepada Menko.
Sejumlah pejabat Depok juga hadir sebagai tamu undangan. Diantaranya, Walikota Depok diwakili Wawali Chandra Rahmansyah, Kakesbangpol Depok
Imaduddin, Ketua MUI Depok diwakili KH Ade Yusuf Mujaddid, Ketua DMI Depok H Eko Waludi, Ketua FKUB Depok KH Abdul Gani.
Turut mendampingi Ibunda Erlina Kadirun Yahya, Pimpinan Dzahiriyah SQA Ir H Raden Novendy Ahmad Hadiawan, Ketua Majelis Silaturahmi SQA H. Suroso Surya Atmadja, Ketua Yayasan SQA Ir Sinaryudha, serta para fungsionaris SQA diantaranya, Irjen Pol (Purn) Istiono dan Letjen TNI (Purn) Musa Bangun, Brigjen Pol (Purn) Eko Nugrohadi.
Momen Penting
Menag menegaskan peringatan ini menjadi momen penting untuk mengenang dan meneladani sosok Sayyidi Syaikh Kadirun Yahya sebagai seorang ulama besar, seorang akademisi dan seorang Mursyid kharismatik.
"(Beliau) yang memimpin silsilah emas tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah," tandas Menag.
Beliau, lanjut Menag, membuktikan ke kita bahwa kecintaan kepada Allah Subhannahu wa ta'la dan kedalaman spiritual tidak menghalangi kiprah seseorang berkontribusi pada negara, ilmu pengetahuan, keluarga juga menjadi lentera penerang bagi akal dan budi pekerti manusia di era modern yang penuh tantangan.
"Peranan tarekat Naqsyabandiyah yang berpusat pada dzikrullah diharapkan mampu menjadi penawar, benteng pertahanan umat, sebagai sarana taqziatul nafs, dan membangun kesalehan individual, sekaligus memperkuat kesalehan sosial," kata Menag.
Menurutnya, tarekat telah tumbuh secara historis menjadi pilar penjaga moral bangsa, penyebar Islam yang rahmatalil alamin, serta elemen perekat persatuan dan kesatuan negara RI.
"Pemerintah melalui kementerian agama mengajak seluruh jamaah Naqsyabandiyah untuk terus mendoakan bangsa Indonesia agar semakin damai dan sejahtera didalam lindungan Allah," tutur Menag.
"Mari kita teruskan semangat perjuangan Ayahanda Guru kita, tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga di dalam pengabdian kepada masyarat, keluarga dan negara," imbuhnya .
Silsilah
Menag berharap peringatan hari silsilah ini menjadi momen peningkatan kualitas ibadah kiita, mempererat tali silaturahmi dan memberikan keberkahan bagi kita semua.
"Sekali lagi, saya mohon maaf bapak ibu sekalian, tanpa mengurangi rasa respek, hormat saya, tetaplah melanjutkan kegiatannya, mudah mudahan semuanya sukses," kata Menag.
Ketua Majelis Silaturrahmi SQA H Suroso menyampaikan terimakasih atas atensi Menag dan Menko Muhaimin terhadap peringatan akbar Akbar tahun ini. "Kami juga sangat mengapresiasi perhatian besar Pak Menko Muhaimin Iskandar dan Pak Menag Nasaruddin Umar terhadap peringatan Akbar ini," kata H Suroso.
Keduanya hadir di momen ini sama sama dua kali. Hanya, lanjut H Suroso, Menag saat kali pertama hadir sebagai pembicara seminar HG 100 tahun 2017 masih menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal.