LDK UNG Perkuat Karakter Mahasiswa dengan Tadarus Al Quran Terpadu Selama Ramadhan
Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan program tadarus Al Quran terpadu di bulan Ramadhan untuk memperkuat karakter mahasiswa, didukung penuh dosen dan melibatkan seluruh elemen kampus.
Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menginisiasi program tadarus Al Quran terpadu sebagai agenda rutin tahunan di bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat karakter mahasiswa serta menumbuhkan suasana spiritual yang mendalam di lingkungan kampus.
Program yang dimotori oleh Sentra Kerohanian Islam (SKI) UNG ini mewajibkan keterlibatan seluruh Lembaga Dakwah Fakultas (LDF). Inisiatif ini merupakan upaya kolektif untuk mendulang amal ibadah bagi seluruh sivitas akademika, khususnya para mahasiswa.
Dr. Sitti Rachmi Massie, selaku dosen pembina, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menjalankan instruksi formal, melainkan lahir dari kesadaran bersama. Program ini diharapkan mampu meningkatkan iman dan takwa mahasiswa, membekali mereka dengan keseimbangan intelektual dan spiritual.
Membangun Karakter Religius Mahasiswa
Program tadarus Al Quran terpadu yang digagas LDK UNG ini memiliki fokus utama pada pembentukan karakter mahasiswa yang religius. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk tidak hanya fokus pada kajian keilmuan akademik, tetapi juga memperdalam pemahaman spiritual mereka.
Dr. Sitti Rachmi Massie menjelaskan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh berkah dan kesempatan untuk beramal bagi seluruh masyarakat, termasuk mahasiswa. Oleh karena itu, seluruh elemen kampus diwajibkan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan ini.
Inisiatif LDK UNG ini diharapkan dapat melampaui batas kajian keilmuan akademik. Tujuannya adalah untuk membentuk generasi Rabbani, yaitu individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat.
Sinergi Organisasi dan Dukungan Penuh Dosen
Keberhasilan program tadarus Al Quran terpadu ini sangat didukung oleh integrasi antarorganisasi mahasiswa di UNG. Pihak penyelenggara menekankan pentingnya kolaborasi antara LDK, LDF, serta organisasi mahasiswa lainnya seperti Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Senat Fakultas.
Ajakan untuk berintegrasi ini disampaikan oleh Dr. Sitti Rachmi Massie kepada seluruh anggota, baik pengurus LDK, LDF, maupun mahasiswa secara umum. Sinergi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan syiar Islam dan menciptakan suasana Ramadhan yang lebih semarak di kampus.
Dukungan penuh juga datang dari kalangan tenaga pendidik di Universitas Negeri Gorontalo. Para dosen melihat potensi positif yang besar dalam program unggulan SKI ini, khususnya dalam membentuk karakter mahasiswa yang berakhlak mulia.
Antusiasme dan dukungan dari dosen ini menjadi bukti bahwa program tadarus Al Quran LDK UNG bukan sekadar kegiatan formal. Ini adalah hasil dari kesungguhan seluruh pengurus untuk mengajak mahasiswa berkegiatan positif selama bulan Ramadhan, demi mencapai tujuan mulia bersama.
Keseimbangan Intelektual dan Spiritual untuk Masa Depan
LDK UNG berharap program tadarus Al Quran ini dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi kehidupan. Penekanan pada pembentukan jati diri yang religius diharapkan dapat menyeimbangkan kecerdasan intelektual yang mereka peroleh di bangku kuliah.
Meningkatkan iman dan takwa menjadi inti dari setiap kegiatan yang dilaksanakan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang keahlian masing-masing, tetapi juga memiliki landasan moral dan spiritual yang kokoh.
Pembentukan generasi Rabbani menjadi visi jangka panjang dari program ini. Generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan akal dan hati akan mampu memberikan kontribusi positif yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa.
Melalui tadarus Al Quran terpadu, LDK UNG berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga spiritual. Ini adalah investasi penting bagi masa depan mahasiswa sebagai individu yang utuh dan bertanggung jawab.
Sumber: AntaraNews