Kronologi Lengkap TNI AL Tembak Kapal Nelayan di Perairan Palembang
Personel TNI AL melihat tiga kapal yang melakukan aktivitas mencurigakan.
Kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut (AL) melepaskan tembakan ke perahu nelayan di perairan Palembang, Sumatera Selatan. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (12/7).
Awalnya KRI Sutedi Senoputra-378 berpatroli di Perairan Tenggara Tanjung Jabung. Di tengah patroli, personel TNI AL melihat tiga kapal yang melakukan aktivitas mencurigakan.
"Terlihat kontak tiga kapal nelayan kecil sedang menambatkan tali di buritan Tongkang sehingga diduga adanya tindak ilegal," jelas Tunggul. Dikutip dari Antara, Rabu (16/7).
Berdasarkan kecurigaan tersebut, personel KRI Sutedi Senoputra-378 memberikan peringatan agar kapal nelayan itu menghentikan aktivitasnya. Dari tiga kapal tersebut, dua kapal mencoba melarikan diri, yakni Kapal Motor (KM) Aqshal dan KM Aqshal 2.
Kapal Nelayan Melawan
Saat diperingatkan untuk berhenti, KM Aqshal malah memberikan perlawanan dengan mengarahkan kapalnya ke arah KRI Sutedi Senoputra-378 untuk ditabrakkan.
"Selanjutnya KRI Sutedi Senoputra-378 melepaskan tembakan peringatan pertama menggunakan peluru hampa, namun KM Aqshal tidak mengindahkan instruksi tersebut. Sementara pada saat bersamaan KM Aqshal 2 terus melarikan diri menuju daratan," jelas Tunggul.
Karena peringatan tidak digubris, tim dari KRI Sutedi Senoputra-378 akhirnya menurunkan dua tim Visit, Board, Search, and Seizure (VBSS) untuk mengejar dua kapal tersebut.
1 Nelayan Kena Peluru Karet
Sama seperti KM Aqshal, KM Aqshal 2 juga tidak mempedulikan peringatan petugas dan tetap melarikan diri. Akhirnya, petugas pun melepaskan beberapa tembakan ke arah KM Aqshal 2.
"Tim VBSS 1 melepaskan tembakan dengan peluru karet butir ke arah KM Aqshal 2, namun KM Aqshal 2 yang diawaki lima orang ABK tetap menambah kecepatan ke arah daratan dengan kondisi satu orang terkena peluru karet," jelas Tunggul.
TNI Temukan Obat-obatan
Tim VBSS 2 juga turut mengejar KM Aqshal hingga akhirnya kapal dan seluruh awaknya tertangkap. Kedua kapal itu akhirnya merapat ke KRI Sutedi Senoputra-378. Saat dua kapal itu diperiksa, petugas menemukan barang berupa obat-obatan psikotropika.
"Saat dilaksanakan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap KM Aqshal, ditemukan bekas obat-obatan yang telah terpakai (diduga obat-obatan psikotropika). Selanjutnya, KM Aqshal dikawal menuju Lanal Bangka Belitung untuk proses hukum lebih lanjut," jelas Tunggul.
Tunggul memastikan seluruh tindakan yang dilakukan personel TNI AL sudah sesuai dengan prosedur dan kini kasus tersebut telah diserahkan ke pihak berwajib.