Kritik Keras Pelantikan Deddy Corbuzier di Saat Negara Efisiensi Anggaran: Apa Urgensinya?
Harusnya stafsus di Kemhan dinilai musti dirampingkan bukan ditambah.
YouTuber Deddy Corbuzier dilantik sebagai staf khusus atau stafsus Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin. Deddy Corbuzier menjadi stafsus bidang komunikasi sosial dan publik.
Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi), Rizal Darma Putra menyoroti kapasitas Deddy Corbuzier sebagai stafsus di Kementerian Pertahanan. Ia menduga, Deddy diperlukan untuk mensosialisasikan program komponen cadangan di Kemhan.
"Saya pikir mungkin yang menarik di sini adalah kapasitas Deddy Corbuzier ini. Apakah dia ini sebagai staf khusus yang diperlukan untuk melakukan sosialisasi program komponen cadangan atau untuk menggaungkan atau menyerukan program-program Kementerian Pertahanan," kata Rizal dalam wawancara bersama Liputan6, dikutip Rabu (12/2).
Mengingat, lanjut Rizal, Deddy Corbuzier adalah seorang YouTuber dan influencer yang memiliki banyak followers atau pengikut. Meski begitu, Rizal menilai, tidak ada urgensi pengangkatan Deddy Corbuzier di tengah efisiensi anggaran di Kemhan.
"Jadi kita tidak tahu kebutuhannya di Kementerian Pertahanan ini apa dengan menambah jabatan dari Deddy Corbuzier ini setelah menjadi letkol tituler, setelah menjadi duta komcad, kemudian sekarang menjadi staf khusus dengan 3 rangkap itu apa urgensinya," jelas Rizal.
"Kalau saya melihat di situ tidak ada urgensi bagi seorang Deddy Corbuzier itu untuk merangkap tiga jabatan di Kementerian Pertahanan, di lingkungan TNI," sambung Rizal.
Meski begitu, Rizal menyampaikan pengangkatan stafsus memang terdapat dalam nomenklatur untuk jabatan di instansi pemerintah. Dengan rincian, ada 5 staf khusus dan 1 asisten khusus di untuk Kemhan.
"Sebetulnya secara keorganisasian di lingkungan kementerian pertahanan tidak ada menyalahi apapun," ucap Rizal.
Hanya saja, lanjut Rizal dilantiknya Deddy Corbuzier dan beberapa stafsus lainnya di Kemhan menjadi perhatian masyarakat karena dilakukan di tengah ramai seruan efisiensi anggaran kementerian/lembaga. Harusnya, kata dia stafsus di Kemhan dirampingkan bukan ditambah.
"Selain staf khusus kan juga ada yang namanya dirjen-dirjen, ada staf ahli juga, kemudian juga ada direktur-direktur di bawah dirjen. Saya pikir itu sudah sangat cukup untuk membantu seorang menteri yakni menteri pertahanan dan tidak kurang juga tenaga-tenaga ahli yang ada di Kementerian Pertahanan," kata Rizal.
Oleh karenanya, ujar Rizal Menhan harus bisa menyampaikan ke publik apa yang akan dikembangkan atau program dari Kementerian Pertahanan ke depan hingga tak terkena efisiensi anggaran dan bisa melantik stafsus.
"Disampaikan dulu ke publik bahwa Kementerian Pertahanan tidak memerlukan pengetatan anggaran, ada kebutuhan A, B, C, D, E dan sebagainya. Itu harus disampaikan ke publik. Baru kemudian nanti oke, Kementerian Pertahanan punya program seperti ini, kita memerlukan staf khusus, kita memerlukan penambahan asisten khusus dan lain sebagainya. Itu baru dijelaskan," ucap Rizal.