KPK 'Dihujani' Karangan Bunga Usai Ungkap Kasus Suap Kabasarnas, Ini kata Firli
Dalam karangan bunga tertulis 'selamat atas keberhasilan anda memasuki pekarangan tetangga'. Tertulis pengirimnya adalah Tetangga.
Diduga berhubungan dengan kasus Kabasarnas.
KPK 'Dihujani' Karangan Bunga Usai Ungkap Kasus Suap Kabasarnas, Ini kata Firli
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengaku, tidak tahu terkait siapa yang mengirim karangan bunga terhadap pejabat struktural dan sejumlah pimpinan KPK.Karangan bunga ini datang setelah lembaga antirasuah mengungkap kasus dugaan korupsi di Basarnas.
"Jadi kita tidak tahu, tapi yang pasti betul ada kiriman karangan bunga kepada pejabat pimpinan KPK, termasuk juga dalam struktural KPK itu kami tidak bisa bantah memang ada," kata Firli di CIlangkap.
Firli mengaku, pihaknya tengah mendalami siapa pengirim sesungguhnya karang bunga tersebut.
"Tapi yang bisa kami pastikan pengirim bunga itu adalah toko bunga, nanti untuk siapa yang kirim sesungguhnya harus kita dalami saya tidak berani menyampaikan," ujarnya.
Selain mendalami, Firli juga telah melaporkan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Karena menurutnya, hal ini merupakan tanggungjawab daripada Sigit.
"Tapi hal ini sudah kami sampaikan kepada Kapolri, begitu kami mendapat berita ada kiriman bunga kami sampaikan kepada Kapolri," tegasnya.
"Karena itu adalah tanggungjawab kepada Kapolri untuk mengungkap siapa yang menyuruh mengirim bunga, darimana bunga itu dikirim, kapan dibuat, siapa pemesannya. Itu tugasnya Kapolri," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan dirinya mendapatkan ancaman atau pun teror dalam beberapa hari terakhir. Teror terjadi usai KPK mengungkap adanya tindak pidana suap di Basarnas yang diduga melibatkan Kepala Basarna Marsekal Madya Henri Alfandi.
Awalnya Ghufron membahas soal adanya pihak yang sengaja ingin membunuh karakternya dengan menyebut dirinya mengikuti akun porno di media sosial.
Usai membahas hal tersebut, Ghufron mengakui juga adanya pihak yang tengah meneror dirinya.
"Akhirnya mohon masyarakat memahami pembunuhan karakter ini terjadi pada hari Jumat malam 28 Juli 2023, ketika kami dalam beberapa hari ini sedang banyak mendapat tantangan dan ancaman atau teror nyawa dan kekerasan, yang disampaikan ke WhatsApp mau pun karangan bunga yang dikirim ke rumah-rumah struktural dan pimpinan KPK karena memberantas korupsi," kata Ghufron dalam keterangannya, Senin (31/7).
Berdasarkan foto yang diterima awak media dari grup aplikasi perpesanan, terlihat Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi Brigjen Pol Asep Guntur dan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menerima karangan bunga tersebut
Dalam karangan bunga tertulis 'selamat atas keberhasilan anda memasuki pekarangan tetangga'. Tertulis pengirimnya adalah Tetangga.
Ghufron meminta dukungan dari masyarakat untuk tetap teguh memberantas tindak pidana korupsi.