Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Fakta Baru Korupsi Basarnas: Letkol ABC Terima Dako Rp8 M dari Swasta atas Perintah Kabasarnas

Fakta Baru Korupsi Basarnas: Letkol ABC Terima Dako Rp8 M dari Swasta atas Perintah Kabasarnas

Fakta Baru Korupsi Basarnas: Letkol ABC Terima Dako Rp8 M dari Swasta atas Perintah Kabasarnas

Puspom TNI telah memeriksa sebanyak 20 orang saksi terkait kasus korupsi Kabasarnas

Fakta Baru Korupsi Basarnas: Letkol ABC Terima Dako Rp8 M dari Swasta atas Perintah Kabasarnas

Fakta Baru Korupsi Basarnas: Letkol ABC Terima Dako Rp8 M dari Swasta atas Perintah Kabasarnas

TNI memeriksa sebanyak 20 orang saksi terkait kasus dugaan suap Kabasarnas

Fakta Baru Korupsi Basarnas: Letkol ABC Terima Dako Rp8 M dari Swasta atas Perintah Kabasarnas

Penyidik Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI memeriksa sebanyak 20 orang saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan di Basarnas. Saksi yang diperiksa itu atas tersangka Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas, Letkol Adm Afri Budi Cahyanto (ABC).

Fakta Baru Korupsi Basarnas: Letkol ABC Terima Dako Rp8 M dari Swasta atas Perintah Kabasarnas

Penyidik Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI memeriksa sebanyak 20 orang saksi terkait kasus dugaan suap pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan di Basarnas. Saksi yang diperiksa itu atas tersangka Koordinator Administrasi (Koorsmin) Kabasarnas, Letkol Adm Afri Budi Cahyanto (ABC).

Letkol ABC Terima Dako Rp8 M

Ketua Tim Penyidik Puspom TNI Kolenel Laut PM Jemry Matialo mengatakan, mereka diperiksa berhubungan dengan sejumlah perusahaan yang terlibat dalam kasus suap tersebut.

"Pada saat itu tersangka ABC telah menerima uang Dako (Dana Komando) dari PT Sejati Group sebesar Rp3.337.329.800, menerima uang dari PT Kindah Abadi Utama tersangka telah menerima uang Dako sebesar Rp4.999.000.000," kata Jemry kepada wartawan di Otmil II Jakarta, Rabu (11/10).

"Jadi, jika ditotalkan Dako yang diterima oleh tersangka ABC dari kedua penyelenggaraan pengadaan itu berjumlah Rp8.327.558.508," sambungnya.

Letkol ABC Terima Dako Rp8 M

Ketua Tim Penyidik Puspom TNI Kolenel Laut PM Jemry Matialo mengatakan, mereka diperiksa berhubungan dengan sejumlah perusahaan yang terlibat dalam kasus suap tersebut.

"Pada saat itu tersangka ABC telah menerima uang Dako (Dana Komando) dari PT Sejati Group sebesar Rp3.337.329.800, menerima uang dari PT Kindah Abadi Utama tersangka telah menerima uang Dako sebesar Rp4.999.000.000," kata Jemry kepada wartawan di Otmil II Jakarta, Rabu (11/10).

"Jadi, jika ditotalkan Dako yang diterima oleh tersangka ABC dari kedua penyelenggaraan pengadaan itu berjumlah Rp8.327.558.508," sambungnya.

Dana Komando (Dako) yang diterima dari perusahaan itu atas perintah Marsekal Madya (Purn) Henri Alfiandi yang kala itu menjabat sebagai Kabasarnas.

Dana Komando (Dako) yang diterima dari perusahaan itu atas perintah Marsekal Madya (Purn) Henri Alfiandi yang kala itu menjabat sebagai Kabasarnas.

Dana Komando (Dako) yang diterima dari perusahaan itu atas perintah Marsekal Madya (Purn) Henri Alfiandi yang kala itu menjabat sebagai Kabasarnas.

Dana Komando (Dako) yang diterima dari perusahaan itu atas perintah Marsekal Madya (Purn) Henri Alfiandi yang kala itu menjabat sebagai Kabasarnas.

"Sebenarnya hubungan antara tersangka ABC dengan rekanan ini itu semuanya yang dilaksanakan tersangka ABC ini atas perintah dari HA. Jadi hubungan kedekatan mereka itu karena adanya pengadaan-pengadaan di Basarnas," ungkapnya.

"Dan sekali untuk tersangka ABC ini dia hanya menerima perintah dari HA, untuk menerima, mengelola dan memberikan dana komando tersebut, dalam hal keputusan-keputusan itu adalah keputusan-keputusan yang diberikan oleh Marsma HA," sambungnya.

"Sebenarnya hubungan antara tersangka ABC dengan rekanan ini itu semuanya yang dilaksanakan tersangka ABC ini atas perintah dari HA. Jadi hubungan kedekatan mereka itu karena adanya pengadaan-pengadaan di Basarnas," ungkapnya.

"Dan sekali untuk tersangka ABC ini dia hanya menerima perintah dari HA, untuk menerima, mengelola dan memberikan dana komando tersebut, dalam hal keputusan-keputusan itu adalah keputusan-keputusan yang diberikan oleh Marsma HA," sambungnya.

Sementara, barang bukti yang dilimpahkan yakni dua handphone merek Oppo, satu unit kendaraan mobil merek Toyota Vios Limo, satu notebook serta dokumen pengadaan perusahaan dan pendukung lainnya.

Fakta Baru Korupsi Basarnas: Letkol ABC Terima Dako Rp8 M dari Swasta atas Perintah Kabasarnas

Sementara, barang bukti yang dilimpahkan yakni dua handphone merek Oppo, satu unit kendaraan mobil merek Toyota Vios Limo, satu notebook serta dokumen pengadaan perusahaan dan pendukung lainnya.

Fakta Baru Korupsi Basarnas: Letkol ABC Terima Dako Rp8 M dari Swasta atas Perintah Kabasarnas

"Jadi, dokumen itu di dalamnya sudah berisi dan rekening dari bank tersangka ABC. Selanjutnya dari hasil pemeriksaan saksi dan tersangka serta adanya barang bukti, maka penyidik berkesimpulan bahwa tersangka ABC Letkol I apris Budi Cahya telah melakukan suatu tindak pidana gratifikasi suap sesuai dengan pasal tuduhan," sebutnya.

"Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2021 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dan dijuntokan dengan Pasal 55 ayat 1 KUHP," pungkasnya.

Puspom TNI telah menyerahkan barang bukti serta tersangka Letkol Adm Afri Budi Cahyanto (ABC) ke Oditur Militer (Otmil) II, Jakarta Timur. Penyerahan barang bukti dan tersangka ini terkait kasus dugaan suap pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan di Basarnas.

"Hari ini, Rabu tanggal 11 Oktober 2023 pemberkasan dari penyidik telah selesai dan kami telah menyerahkan berkas maupun barang bukti kepada auditor militer Tinggi II Jakarta, untuk proses penuntutan selanjutnya," kata Ketua Tim Penyidik Puspom TNI Kolenel Laut PM Jemry Matialo dalam konferensi pers, Rabu (11/10).

Kaotmil II Brigjen Safrin Rachman menyebut pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu berkas dan barang bukti yang diterima untuk pendalaman kasus.

"Apakah berkas perkara itu memenuhi persyaratan syarat materil formil, apakah itu betul ada tindak pidana di sana itu akan kita pelajari," ujar Safrin.

"Setelah kita pelajari, kita akan membuatkan tata cara pendapat dari auditor kepada Pak Vera untuk dilanjutkan kepada tahap selanjutnya. Apabila nanti dalam hal ini dari pihak Angkatan Udara itu mengerti dan memahami serta menyetujui perkara ini, bisa kita ajukan kepada pengadilan," sambungnya.

Fakta Mencengangkan Kasus Korupsi Kepala Basarnas

Fakta Mencengangkan Kasus Korupsi Kepala Basarnas

KPK menetapkan mantan Kepala Basarnas Marsdya Henri Alfiandi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap pengadaan barang dan jasa di Basarnas tahun 2021-2023.

Baca Selengkapnya
OTT Pejabat Basarnas Terkait Korupsi Pengadaan Alat Pendeteksi Korban Reruntuhan

OTT Pejabat Basarnas Terkait Korupsi Pengadaan Alat Pendeteksi Korban Reruntuhan

Adapun, alat bukti yang disita di antaranya sejumlah uang tunai.

Baca Selengkapnya
Didampingi Kuasa Hukum, Satu Tersangka Suap di Basarnas Menyerahkan Diri ke KPK

Didampingi Kuasa Hukum, Satu Tersangka Suap di Basarnas Menyerahkan Diri ke KPK

Tersangka ini sempat lolos dari sergapan KPK saat dilakukan Operasi Tangkap Tangan.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Eks Kabasarnas Henri Alfiandi Akui Terima Uang 'Dana Komando' Melalui Anak Buahnya

Eks Kabasarnas Henri Alfiandi Akui Terima Uang 'Dana Komando' Melalui Anak Buahnya

Henri mengakuinya saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang suap pengadaan peralatan deteksi korban reruntuhan di Basarnas

Baca Selengkapnya
Puspom TNI Serahkan Pejabat Basarnas ke Oditur Militer Terkait Kasus Suap Kabasarnas

Puspom TNI Serahkan Pejabat Basarnas ke Oditur Militer Terkait Kasus Suap Kabasarnas

Penyerahan barang bukti dan tersangka ini terkait kasus dugaan suap pengadaan alat pendeteksi korban reruntuhan di Basarnas.

Baca Selengkapnya
Kepala Basarnas jadi Tersangka KPK, Mahfud MD: Kalau Ngakali Lelang Ditangkap

Kepala Basarnas jadi Tersangka KPK, Mahfud MD: Kalau Ngakali Lelang Ditangkap

Kabasarnas jadi tersangka suap pengadaan barang dan jasa sebesar Rp88,3 miliar.

Baca Selengkapnya
CEK FAKTA: ICW Bantah Beri Pujian Ketegasan Capres Ganjar Pranowo Berantas Korupsi

CEK FAKTA: ICW Bantah Beri Pujian Ketegasan Capres Ganjar Pranowo Berantas Korupsi

ICW tidak pernah menyampaikan pernyataan mendukung Ganjar Pranowo dan memberikan pujian ke Ganjar soal berantas korupsi.

Baca Selengkapnya
VIDOE: Kronologi Letkol TNI Dibacok Anak Buah Diduga Akibat Ucapan Rasis saat Apel

VIDOE: Kronologi Letkol TNI Dibacok Anak Buah Diduga Akibat Ucapan Rasis saat Apel

Praka DRB tega membacok komandannya di Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat, Sabtu lalu.

Baca Selengkapnya
Kepala Basarnas Menyerahkan Diri ke Puspom TNI: Saya akan Bertanggung Jawab

Kepala Basarnas Menyerahkan Diri ke Puspom TNI: Saya akan Bertanggung Jawab

Kepala Basarnas Henri Alfiandi sudah menjadi tersangka kasus suap pengadaan barang dan jasa di KPK.

Baca Selengkapnya