Kondisi 9 Korban Kericuhan Pernikahan Anak Dedi Mulyadi yang Masih Dirawat di Rumah Sakit
Total ada 20 korban yang dilarikan ke rumah sakit akibat insiden yang terjadi di Pendopo Garut tersebut.
Sembilan korban luka dalam tragedi Pesta Rakyat pernikahan putra Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Garut masih dirawat intensif di RSUD dr Slamet Garut.
Kepala Dinas Kesehatan Garut, Leli Yuliani menyebutkan, total ada 20 korban yang dilarikan ke rumah sakit akibat insiden yang terjadi di Pendopo Garut tersebut.
"Sembilan masih menjalani perawatan hingga Jumat malam," ujarnya, Sabtu (19/7).
Total korban mencapai 30 orang, dengan luka-luka akibat terjatuh dan terinjak-injak dalam kerumunan massa. Tiga di antaranya dinyatakan meninggal dunia.
"Sebagian besar korban mengalami memar dan nyeri tubuh. Sudah kami tangani dengan rontgen dan USG untuk memastikan kondisinya," kata Leli.
Petugas medis dari rumah sakit dan puskesmas juga dikerahkan untuk mempercepat penanganan para korban.
Biaya Perawatan dan Santunan
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menegaskan, biaya perawatan warga yang mendapatkan penanganan medis di rumah sakit ditanggung pemerintah daerah.
"Semua biaya ditanggung oleh Pemkab Garut," kata Abdusy Syakur Amin kepada wartawan di Pendopo Garut, Jumat.
Selain menjamin biaya perawatan medis, Pemkab Garut juga akan memberikan santunan kepada ahli waris keluarga korban yang meninggal dunia.
Pemkab Garut memastikan akan melakukan evaluasi agar peristiwa tersebut tidak terulang lagi.
"Tentu saja kami akan melakukan evaluasi ke depan, semoga ke depan tidak terjadi lagi," katanya, dikutip dari Antara.
Penyebab Kericuhan
Abdusy mengatakan, korban jatuh karena kekurangan oksigen akibat desakan massa, terutama di kalangan ibu-ibu dan anak-anak.
"Informasi yang kami terima, ada beberapa warga yang pingsan karena sesak napas saat berdesakan," ujarnya.
Kerumunan besar yang memadati gerbang utama Pendopo menyebabkan kekacauan. Petugas medis dan aparat keamanan berjibaku mengevakuasi warga yang tumbang.
Sayangnya, insiden ini menewaskan tiga orang seorang anak delapan tahun bernama Vania Aprilia, Dewi Jubaeda (61), dan anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39).