Kepolisian memeriksa 10 saksi terkait insiden pesta rakyat berujung maut dalam rangkaian acara pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yakni Maula Akbar dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina. Salah satu saksi diperiksa kepolisian itu di antaranya pihak Event Organizer (EO).
"Ya semua, dari semua kalangan ada EO, ada Polisi Pamong Praja, ada polisi, ada sopir ambulans, dokter, lengkap," kata Kasat Reskrim Polres Garut AKP Joko Prihatin saat dikonfirmasi wartawan, Senin (21/7).
Joko mengatakan, pemeriksaan terhadap saksi tersebut dilakukan Polres Garut secara intensif. Mulai saat insiden terjadi pada Jumat (18/7) hingga Minggu (20/7). Selanjutnya kasus ini ditangani Polda Jawa Barat.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, kepolisian akan memeriksa pihak EO untuk menyelidiki dugaan kelalaian dalam pesta rakyat berujung maut saat rangkaian acara pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yakni Maula Akbar dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina. Pemeriksaan itu merupakan tahapan awal penyelidikan karena mempelai menyerahkan acara tersebut kepada pihak EO.
"Kita masih terus lakukan asistensi terhadap jalannya acara tersebut," kata Hendra.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku siap diperiksa kepolisian terkait insiden tragis yang terjadi pada pesta rakyat pernikahan anaknya. Dedi memastikan semua orang sama di mata hukum.
Dedi pun berkomitmen untuk terbuka mengenai setiap masalah yang muncul dan berpotensi menjadi isu hukum.
"Kan semua orang kedudukannya sama di depan hukum. Mau anak saya, mau diri saya sendiri kan kalau dipanggil harus datang dan memberikan keterangan secara benar. Saya enggak ada masalah," kata Dedi saat memberikan keterangan di gedung DPRD Jabar, Bandung, Sabtu (19/7) lalu.
Advertisement
Seperti diketahui, tiga orang meninggal dalam insiden pesta rakyat yang terjadi pada Jumat (18/7) lalu itu. Korban tewas tersebut antara lain Vania (8), Dewi Jubaedah (61), serta 1 anggota polisi Cecep Saeful Bahri (39).