Dedi Mulyadi Minta Maaf 3 Orang Meninggal saat Anaknya Nikah, Janji Beri Santunan Segini

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta maaf atas insiden yang menewaskan 3 orang dalam acara pernikahan anaknya

Aksara Bebey
Oleh Aksara Bebey - Reporter
Dedi Mulyadi Minta Maaf 3 Orang Meninggal saat Anaknya Nikah, Janji Beri Santunan Segini
Ribuan siswa dan guru SMA Kota Kendari membentangkan kain merah putih sepanjang 17 kilometer dalam memperingati HUT ke-78 RI, namun aksi ini memicu kekesalan siswa SMA. (© 2025 Liputan6.com)

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi minta maaf atas insiden yang menewaskan 3 orang dalam acara pernikahan anaknya Maula Putra Mulyadi dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina, Jumat (18/7). Ia juga meminta maaf atas terjadinya insiden itu.

“Semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, kemudian ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah subhanahu wa ta'ala,” katanya kepada wartawan di Trans Hotel, Bandung, Jumat (18/7).

“Yang kedua, saya juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Maula dan Putri atas penyelenggaraan kegiatan tersebut, dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa tersebut,” imbuhnya.

Terkait insiden ini, dia mengaku secara pribadi dia tidak tahu terkait digelarnya acara tersebut. Dia mengaku hanya tahu ada acara pertemuan keluarga yang diramaikan oleh acara pentas seni.

"Yang kegiatan di Garut hari ini, acara Sukuran Maula dan Putri, secara pribadi saya itu tidak tahu acara kegiatan itu," kata dia.

Janji Beri Santunan

Dedi pun telah mengutus stafnya untuk mendatangi para keluarga korban meninggal dunia di Kabupaten Garut. Dia mengatakan memberikan uang santunan kepada keluarga korban Rp150 juta.

“Hari ini sudah saya meminta staf saya untuk segera menemui seluruh keluarganya dan menyampaikan uang duka dari saya sebagai Gubernur Jawa Barat terhadap keluarga saya hari ini yang mendapat musibah dan kami menyampaikan uang duka Rp150 juta per keluarga,” ucapnya.

Untuk saat ini, Dedi mengatakan belum mengetahui jumlah pasti korban tewas. Informasi yang dia terima, salah seorang korban merupakan anggota polisi.

"Ya kalau sampai hari ini sih saya dengar baru dua orang warga dan satu orang anggota (Polisi). Tapi enggak tahu,” ujarnya.

Di sisi lain, Dedi mengatakan insiden yang terjadi perlu menjadi pembelajaran, termasuk untuk keluarganya agar peristiwa serupa tak kembali terulang di masa mendatang.

"Saya selalu mengimbau tidak boleh membuat kegiatan dalam ruang sempit kemudian orangnya terlalu banyak. Tetapi ya sudah lah peristiwa itu sudah terjadi dan tentunya saya bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas itu, meskipun itu dilakukan oleh kedua mempelai," kata dia.

Rekomendasi