Daftar Korban Meninggal Akibat Kericuhan saat Pernikahan Anak Dedi Mulyadi
RS Dr Slamet Garut melaporkan daftar korban meninggal dunia akibat kericuhan saat pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Rumah Sakit Umum Daerah Dr Slamet Garut melaporkan daftar korban meninggal dunia akibat kericuhan saat pernikahan anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Total satu polisi dan dua warga meninggal dunia dalam kericuhan di Pendopo Kabupaten Garut.
Laporan yang diterima, korban meninggal yaitu anak berusia delapan tahun bernama Vania Aprilia warga Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Dewi Jubaeda (61), dan anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39).
Orang tua dari anak yang meninggal dunia, Mela Puri membenarkan anaknya menjadi korban dalam kericuhan di kawasan Pendopo Garut, dan saat ini sudah di Rumah Sakit Umum Dr Slamet Garut.
"Iya, anak saya (meninggal)," kata Mela di RSUD dr Slamet Garut dilansir Antara, Kamis (18/7).
Meski terjadi kericuhan dan menimbulkan korban jiwa, kegiatan panggung hiburan masih terlihat berlangsung menyanyikan sejumlah lagu di kawasan Alun-Alun Garut.
Dedi Mulyadi Minta Maaf
Dedi Mulyadi minta maaf atas insiden yang menewaskan 3 orang dalam acara pernikahan anaknya Maula Putra Mulyadi dengan Wakil Bupati Garut Putri Karlina, Jumat (18/7). Ia juga meminta maaf atas terjadinya insiden itu.
“Semoga almarhum dan almarhumah diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, kemudian ditempatkan di tempat yang mulia di sisi Allah subhanahu wa ta'ala,” katanya kepada wartawan di Trans Hotel, Bandung, Jumat (18/7).
“Yang kedua, saya juga menyampaikan permohonan maaf atas nama Maula dan Putri atas penyelenggaraan kegiatan tersebut, dan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas peristiwa tersebut,” imbuhnya.
Terkait insiden ini, dia mengaku secara pribadi dia tidak tahu terkait digelarnya acara tersebut. Dia mengaku hanya tahu ada acara pertemuan keluarga yang diramaikan oleh acara pentas seni.
"Yang kegiatan di Garut hari ini, acara Sukuran Maula dan Putri, secara pribadi saya itu tidak tahu acara kegiatan itu," kata dia.
Dedi pun telah mengutus stafnya untuk mendatangi para keluarga korban meninggal dunia di Kabupaten Garut. Dia mengatakan memberikan uang santunan kepada keluarga korban Rp150 juta.