Komdigi Tegaskan Peran Pers Lawan Hoaks di Hari Kebebasan Pers Dunia 2026
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan pentingnya peran pers sebagai garda terdepan dalam melawan hoaks dan disinformasi, menekankan akurasi di tengah kecepatan informasi pada peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 2026.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kembali menegaskan peran krusial insan pers sebagai garda terdepan dalam melawan hoaks dan disinformasi. Penegasan ini disampaikan pada peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia yang jatuh setiap 3 Mei. Komdigi memandang pers sebagai benteng pertahanan utama di tengah derasnya arus informasi digital.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Fifi Aleyda Yahya, menyoroti pentingnya peran jurnalis. Ia menyatakan bahwa jurnalis memegang kunci untuk menjaga kebenaran informasi. Hal ini sangat relevan di tengah kecepatan informasi yang belum tentu terverifikasi.
Pernyataan tersebut disampaikan Fifi dalam acara Fun Walk Hari Kebebasan Pers Dunia 2026. Kegiatan jalan santai ini dimulai dari Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Minggu, 10 Mei 2026. Acara ini bertujuan menyatukan insan pers, pemerintah, dan masyarakat umum dalam semangat kebebasan pers.
Peran Penting Pers dalam Melawan Disinformasi
Fifi Aleyda Yahya dari Komdigi menekankan bahwa tantangan dunia jurnalistik saat ini semakin besar. Peningkatan tekanan kecepatan produksi informasi menjadi salah satu faktor utama yang harus diperhatikan. Oleh karena itu, insan pers diingatkan agar tidak mengorbankan akurasi demi kecepatan penyampaian berita kepada publik.
Pemerintah bersama insan pers memiliki tanggung jawab yang sama untuk memastikan kualitas informasi. Informasi yang beredar di ruang publik haruslah akurat dan terpercaya. Produk jurnalistik harus berorientasi kepada kepentingan dan memberikan manfaat bagi publik, bukan hanya mengejar kecepatan.
Peran pers sebagai benteng pertahanan melawan hoaks dan disinformasi sangat krusial. Jurnalis memegang kunci untuk menjaga kebenaran informasi. Hal ini penting di tengah derasnya arus informasi yang belum terverifikasi, yang kerap memicu kebingungan di masyarakat.
Kolaborasi dan Integritas di Hari Kebebasan Pers
Pelaksanaan fun walk dalam memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia bukan sekadar kegiatan olahraga bersama. Menurut Fifi, kegiatan ini melambangkan bahwa kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menjaga ruang publik yang sehat. Perjuangan untuk kemerdekaan pers membutuhkan stamina, konsistensi, dan kebersamaan dari berbagai pihak.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang inklusif. Acara tersebut menggabungkan semangat kebebasan pers dengan gaya hidup sehat. Selain itu, fun walk juga menjadi sarana untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya akses informasi yang akurat dan terpercaya.
Melalui kegiatan bertajuk "Pers Indonesia: Beradaptasi & Berintegritas" ini, Dewan Pers ingin menegaskan pentingnya dukungan kolektif. Dukungan ini ditujukan bagi pers yang merdeka, profesional, dan berintegritas. Hal tersebut sangat vital di tengah tantangan disrupsi informasi yang terus berkembang.
Sumber: AntaraNews