Menggali Peran Perempuan Papua: Suara dan Solidaritas untuk Pembangunan Berkelanjutan
Jurnalis menyoroti krusialnya Peran Perempuan Papua dalam pembangunan berkelanjutan, menyerukan peningkatan pemberitaan dan solidaritas untuk mengangkat harkat martabat mereka.
Jurnalis Angela Flassy dan Hendrina Dian Kandipi menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan di Papua. Keduanya menekankan bahwa partisipasi aktif perempuan sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan sektor ekonomi dan sosial di Bumi Cenderawasih. Pernyataan ini disampaikan dalam lokakarya jurnalisme berperspektif GEDSI yang diadakan di Kota Jayapura.
Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day yang bertujuan meningkatkan kesadaran akan isu-isu penting. Para jurnalis dan pegiat sosial berkumpul untuk membahas bagaimana media dapat lebih efektif dalam menyuarakan isu-isu yang sering terpinggirkan. Lokakarya ini menjadi forum penting untuk mendorong perubahan positif dalam pemberitaan.
Selain itu, diskusi juga membahas minimnya pemberitaan berkualitas mengenai perempuan Papua, yang dianggap tidak menjadi prioritas media lokal. Hal ini mendorong seruan agar jurnalis lebih fokus mengangkat isu-isu perempuan dan disabilitas demi pembangunan yang lebih inklusif. Tujuannya adalah memastikan semua kelompok masyarakat mendapatkan perhatian yang layak.
Menguatkan Suara Perempuan Papua Melalui Pemberitaan Inklusif
Angela Flassy, seorang jurnalis sekaligus Editor Jubi.Id, menegaskan bahwa isu perempuan harus terus disuarakan secara konsisten. Ini dapat dilakukan melalui pemberitaan yang mendalam serta konten yang inspiratif dan edukatif bagi masyarakat luas. Dengan demikian, pembangunan di Papua dapat berjalan merata dan menyentuh semua lapisan.
Flassy menyoroti bahwa pemberitaan terkait perempuan Papua yang kuat dan berkualitas masih sangat kurang dan bahkan belum menjadi prioritas utama. Ia menilai isu perempuan di daerah ini seringkali tidak dianggap menarik oleh media. Situasi ini memerlukan perhatian serius dari rekan-rekan pers di Papua.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa rekan-rekan pers di Papua harus menjadikan perempuan sebagai prioritas dalam pemberitaan mereka. Hal ini bertujuan untuk terus memberikan informasi yang baik dan relevan mengenai kontribusi serta tantangan yang dihadapi perempuan. Pemberitaan yang berimbang akan membantu mengubah persepsi publik.
Solidaritas dan Keterlibatan Perempuan dalam Kebijakan Pembangunan
Senada dengan pandangan tersebut, Hendrina Dian Kandipi, jurnalis dan Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Papua, mengajak sesama perempuan untuk saling menguatkan dan mendukung. Ia menekankan pentingnya membangun solidaritas daripada saling menjatuhkan antarperempuan. Solidaritas ini menjadi fondasi penting untuk kemajuan bersama.
Kandipi menjelaskan bahwa solidaritas antarperempuan dapat menciptakan ruang aman untuk berbagi pengalaman dan mengangkat harkat serta martabat perempuan di Papua. Ia berharap perempuan di Papua terus menunjukkan kemampuan mereka untuk berkembang secara setara dalam berbagai bidang. Ini akan membuka lebih banyak peluang bagi mereka.
Roby Nyon, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Fisik Indonesia Papua, turut menyoroti bahwa permasalahan sosial seperti kehidupan masyarakat disabilitas dan ketidakadilan gender masih minim pemberitaannya. Ia berharap melalui lokakarya ini, jurnalis di Papua dapat lebih banyak mengangkat isu-isu sosial tersebut. Keterlibatan media sangat krusial dalam menyuarakan kelompok rentan.
Nyon juga berharap agar kaum perempuan dan disabilitas dapat terlibat aktif dalam perumusan kebijakan pemerintah. Keterlibatan ini penting agar pembangunan berkelanjutan di masa depan dapat dirasakan oleh kelompok rentan secara adil dan merata. Ini akan memastikan kebijakan yang dibuat responsif terhadap kebutuhan semua warga.
Sumber: AntaraNews