Kesaksian Pedagang Pasar Kramat Jati Ungkap Penyebab Api Cepat Menyebar
Saat peristiwa itu terjadi, selain menjauhi titik api, dirinya juga melaporkan kejadian tersebut kepada atasannya, Taufik, sang pemilik kios.
Kebakaran terjadi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Salah satu pedagang yang kiosnya dimakan api, Hamdi hanya bisa meratapi sisa kiosnya yang pada hari ini ludes dilahap Si Jago Merah. Menurut dia, peristiwa kebakaran yang terjadi sekira pukul 07.20 Wib tersebut membuatnya harus merelakan dagangan buah pepayanya yang menjadi mata pencahariannya sehari-hari.
Hamdi mengaku, dirinya hanyalah pengelola dari salah satu kios. Saat peristiwa itu terjadi, selain menjauhi titik api, dirinya juga melaporkan kejadian tersebut kepada atasannya, Taufik, sang pemilik kios.
"Karena anginnya kencang, api langsung membakar," kata Hamdi kepada awak media di lokasi, Senin (15/12).
Sementara itu, Taufik yang mendapat informasi dari anak buahnya mengatakan, kebakaran hari ini menjadi bahan intropeksi. Meski rugi, namun dirinya bersyukur tidak ada yang menjadi korban.
Harapan Korban Kebakaran Pasar Kramat Jati
"Mudah-mudahan menjadi intropeksi agar ke depan tak terjadi kebakaran lagi," harap dia.
Meski begitu, saat dihitung, Taufik menaksir kerugian materilnya bisa mencapai Rp 75 juta.
10 Kios Ludes
"Saya punya 10 kios di sini, 5 jual buah, 5 lagi jual kelontonngan. Semua habis, mungkin Rp75 juta ya, tapi inilah ujian hidup," tegarnya menandasi.
Sebagai informasi, pada pukul 11.30 Wib, proses pemadaman sudah selesai. Meski aparat kemanan bersiaga dan sudah memasang garis polisi, namun sebagian pedagan tetap mencoba masuk untuk menyelamatkan daganannya yang tersisa.
Belum diketahui pasti penyebab dari kebakaran. Polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.