Sampah di Pasar Kramat Jati Masih Menumpuk, Pramono Target Bersih dalam Sepekan
Target itu juga disampaikan langsung Pramono di hadapan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan timbunan sampah di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pasca-Lebaran hingga kini masih menumpuk. Ia menargetkan persoalan tersebut dapat ditangani dan selesai dalam waktu satu pekan. Target itu juga disampaikan langsung Pramono di hadapan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan.
"Mengenai penanganan sampah yang ada di Kramat Jati, mudah-mudahan 7-8 hari lagi selesai," kata Pramono usai groundbreaking revitalisasi Pasar Gardu Asem dan Pasar Kramat Jaya di Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Pramono menjelaskan, penumpukan sampah di Pasar Kramat Jati merupakan imbas dari longsor yang terjadi di salah satu zona di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
Menurutnya, gangguan di zona 4A Bantargebang menimbulkan efek berantai yang berdampak hingga proses pengangkutan sampah di Jakarta.
"Sekarang ini sedang ditangani, memang akibat dampak dari zona 4A di Bantar Gebang yang kemudian rentetannya terjadi sampai dengan hari ini, dan itulah yang terjadi dan kami," jelas dia.
Minta Pasar Jaya Prioritaskan Penanganan
Pramono juga meminta Direktur Utama Pasar Jaya agar persoalan tumpukan sampah di Pasar Kramat Jati dijadikan prioritas utama untuk segera diselesaikan.
Ia menegaskan penanganan sampah tersebut harus dipercepat agar aktivitas pasar kembali berjalan normal dan tidak mengganggu kenyamanan pedagang maupun pembeli.
"Saya sudah meminta kepada Dirut Pasar Jaya untuk segera yang di Kramat Jati diselesaikan," kata Pramono.