Pemkot Jakbar Kerahkan 100 Truk Atasi Tumpukan Sampah Tubagus Angke, Prioritaskan Penanganan Sampah

Pemerintah Kota Jakarta Barat mengerahkan 100 truk untuk mengatasi tumpukan sampah di Jalan Pangeran Tubagus Angke. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya penanganan sampah Jakarta Barat yang lebih komprehensif, termasuk normalisasi saluran air dan

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Jakbar Kerahkan 100 Truk Atasi Tumpukan Sampah Tubagus Angke, Prioritaskan Penanganan Sampah
Pemerintah Kota Jakarta Barat mengerahkan 100 truk untuk mengatasi tumpukan sampah di Jalan Pangeran Tubagus Angke. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya penanganan sampah Jakarta Barat yang lebih komprehensif, termasuk normalisasi saluran air dan (AntaraNews)

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengambil langkah cepat untuk mengatasi tumpukan sampah yang menggunung di sejumlah lokasi. Sebanyak 100 truk dikerahkan ke Jalan Pangeran Tubagus Angke, Grogol Petamburan, serta Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Jembatan Lima dan Jembatan Besi, Tambora, pada Sabtu ini. Aksi masif ini dilakukan menyusul kendala teknis yang menghambat pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menjelaskan bahwa penumpukan sampah terjadi akibat kendala teknis serta perubahan jadwal pembuangan di TPA Bantar Gebang. Berkat kebijakan dari Dinas dan Suku Dinas terkait, pengerahan 100 truk ini diharapkan dapat segera menyelesaikan persoalan sampah yang tertunda. Penanganan sampah Jakarta Barat menjadi prioritas utama demi kenyamanan dan kebersihan lingkungan warga.

Selain masalah tumpukan sampah, Pemkot Jakbar juga menyoroti pendangkalan saluran air yang parah di kawasan tersebut. Pendangkalan ini diakibatkan oleh sedimen lumpur dan sampah. Rencana kerja bakti massal terpadu akan digelar setelah Hari Raya Idul Fitri untuk normalisasi saluran air, sebagai upaya antisipasi banjir luapan Kali Angke.

Strategi "Gempur" untuk Percepatan Penanganan Sampah

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Kasudin LH) Jakarta Barat, Achmad Hariadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Pelaksana (Satpel) Lingkungan Hidup Tambora untuk menerapkan strategi "gempur". Pendekatan ini dirancang untuk mempercepat proses pembersihan di titik-titik dengan volume sampah yang tinggi. Tujuannya adalah memastikan penanganan sampah dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.

Achmad Hariadi menjelaskan bahwa kebijakan ini mengedepankan prioritas pada lokasi yang paling membutuhkan. Truk-truk pengangkut sampah tidak lagi berpencar satu per satu di tiap kelurahan, melainkan difokuskan untuk menuntaskan satu tempat sebelum bergerak ke lokasi lain. Dengan strategi ini, diharapkan hasil pembersihan akan lebih tuntas dan dampak penanganan sampah Jakarta Barat lebih terasa.

Meskipun menghadapi keterbatasan armada, strategi "gempur" ini dianggap sebagai cara yang paling efisien untuk menyiasati kondisi tersebut. Wilayah Tambora dan Jelambar Baru menjadi titik krusial yang mendapatkan "penggempuran" sampah. Achmad Hariadi juga memastikan bahwa layanan rutin di jalur protokol tetap berjalan normal, tanpa mengganggu prioritas penanganan di area tumpukan sampah.

Terkait penumpukan di Jelambar Baru, Achmad Hariadi menegaskan telah memberikan teguran kepada pengawas di lapangan. Hal ini dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat Jelambar Baru merupakan jalur lintasan utama yang seharusnya menjadi prioritas. Wali Kota dan Kasudin LH berkomitmen untuk memastikan masyarakat kembali nyaman dengan lingkungan yang bersih.

Solusi Jangka Panjang dan Pencegahan Banjir

Pemkot Jakarta Barat tidak hanya berfokus pada penanganan darurat tumpukan sampah, tetapi juga merancang solusi jangka panjang untuk masalah lingkungan. Wali Kota Iin Mutmainnah menyoroti pendangkalan parah pada saluran air di kawasan tersebut akibat sedimen lumpur dan sampah. Kondisi ini menyebabkan area tersebut rawan terhadap banjir, khususnya dari luapan Kali Angke.

Sebagai tindak lanjut, Pemkot berencana menggelar kerja bakti massal terpadu setelah Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini akan melibatkan tim teknis untuk melakukan normalisasi saluran air, mengembalikan kedalaman dan fungsinya secara optimal. Langkah ini merupakan bagian integral dari upaya pencegahan banjir di Jakarta Barat.

Selain itu, optimalisasi pemilahan sampah organik dari sumbernya juga menjadi perhatian serius. Pemkot akan menggalakkan pembuatan lubang biopori di jalur-jalur taman. Inisiatif ini bertujuan agar sampah daun tidak lagi dibuang ke TPA Bantar Gebang, melainkan dapat diolah langsung di lokasi.

Melalui lubang biopori, sampah daun dapat dicacah dan dimasukkan ke dalamnya, sehingga menjadi pupuk hara yang bermanfaat bagi tanaman. Lebih lanjut, lubang biopori juga berfungsi membantu resapan air saat musim hujan. Inisiatif ini tidak hanya mengurangi volume sampah yang harus diangkut, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dan mitigasi banjir.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi