Kebakaran Pasar Darurat Blora Hanguskan Kios dan Rumah, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Insiden kebakaran hebat melanda Pasar Darurat Blora di Kecamatan Ngawen, Blora, menghanguskan satu rumah dan sembilan kios pedagang dengan total kerugian mencapai Rp2,225 miliar.
Kebakaran hebat melanda Pasar Darurat Rakyat yang berlokasi di Jalan Raya Ngawen-Japah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/3) malam. Insiden ini mengakibatkan satu rumah warga dan sembilan kios pedagang hangus terbakar. Peristiwa nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 23.30 WIB, mengejutkan warga sekitar yang sedang beristirahat.
Kapolsek Ngawen, AKP Lilik Eko Sukaryono, menjelaskan bahwa api pertama kali muncul diduga karena hubungan arus pendek listrik. Percikan api berasal dari stop kontak di salah satu kios darurat milik pedagang, kemudian dengan cepat menjalar ke atap kayu bangunan pasar. Saksi mata, Suwadi, pemilik rumah di dekat lokasi, adalah orang pertama yang mengetahui kejadian ini.
Akibat kebakaran Pasar Blora ini, kerugian materiil ditaksir mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp2,225 miliar. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun banyak pedagang harus kehilangan mata pencarian dan aset berharga mereka. Polisi kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap penyebab pasti dan kronologi lengkap kejadian.
Kronologi Kebakaran Pasar Blora
Suwadi, pemilik rumah yang berdekatan dengan lokasi kejadian, menjadi saksi kunci yang pertama kali melihat percikan api. Ia melihat api muncul dan segera menjalar ke bagian atap kayu kios pasar. Suwadi sempat berupaya memadamkan api dengan menyiram air, namun usahanya sia-sia karena api justru semakin membesar dan tak terkendali.
Menyadari kondisi yang semakin parah, Suwadi segera berteriak meminta bantuan warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan tersebut lantas menghubungi petugas pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen. Sekitar 10 menit setelah laporan, tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian, namun api sudah terlanjur membesar dan merembet ke beberapa bedak pasar lainnya.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga berjibaku memadamkan api yang terus berkobar. Setelah upaya pemadaman yang berlangsung sekitar satu jam, api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya. Proses pemadaman ini memerlukan kerja sama berbagai pihak untuk mencegah api meluas lebih jauh.
Dampak dan Kerugian Materiil Akibat Kebakaran
Kebakaran ini menimbulkan kerugian materiil yang sangat besar bagi para korban. Sedikitnya sembilan pemilik rumah dan kios pasar mengalami kerusakan parah. Kerugian terbesar dialami oleh Suparman, pemilik kios dan dagangan sembako, dengan estimasi kerugian mencapai Rp1 miliar.
Berikut adalah rincian kerugian yang dialami para korban:
- Suwadi: Rumah, dagangan capil, dan satu unit sepeda motor Suzuki Shogun R tahun 2002, dengan kerugian sekitar Rp605 juta.
- Suparman: Kios dan dagangan sembako, dengan kerugian sekitar Rp1 miliar.
- Bagus Rahman Aprianto: Bedak dan dagangan jajanan, dengan kerugian sekitar Rp100 juta.
- Sutikno: Rumah dan dagangan frozen food, dengan kerugian sekitar Rp30 juta.
- Bayu Ari Wicaksono: Warung makan, dengan kerugian sekitar Rp15 juta.
- Nihayatun Ni'mah: Kios dan dagangan sandal serta sepatu, dengan kerugian sekitar Rp150 juta.
- Sutimah: Kios dan dagangan sandal serta sepatu, dengan kerugian sekitar Rp75 juta.
- Rumiyati: Kios dan dagangan pakaian, dengan kerugian sekitar Rp150 juta.
- Anik Dwi Jayanti: Bedak dan dagangan sembako, dengan kerugian sekitar Rp100 juta.
Tindakan Penyelidikan Polisi dan Pihak Terkait
Menindaklanjuti insiden kebakaran Pasar Blora ini, pihak kepolisian dari Polsek Ngawen segera mengambil tindakan. Mereka telah meminta keterangan dari empat hingga lima orang saksi untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Keterangan para saksi diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai penyebab pasti dan kronologi kejadian.
Selain Polsek Ngawen, berbagai pihak terkait juga turut serta dalam penanganan pasca-kebakaran. Anggota Koramil Ngawen, tim pemadam kebakaran Kecamatan Ngawen, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blora telah mendatangi lokasi. Mereka melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta mendata secara rinci seluruh kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran tersebut.
Sumber: AntaraNews