RSUD Dr Soetomo Surabaya Pastikan Pasien Meninggal di ICU Bukan Akibat Asap Kebakaran
Pihak RSUD Dr Soetomo Surabaya menyebut pasien yang meninggal saat insiden asap di gedung jantung bukan akibat paparan asap. Sebanyak 27 pasien dievakuasi.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr Soetomo, Ahmad Suryawan, memastikan pasien yang meninggal dunia saat insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Jumat pagi bukan disebabkan paparan asap.
Pasien tersebut sebelumnya berada dalam kondisi kritis dan menggunakan sejumlah alat bantu organ vital.
“Pasien sebelumnya telah mendapat dukungan tiga alat organ vital, paru-paru, jantung dan ginjal serta dalam persiapan menjalani cuci darah, sehingga pasien meninggal bukan karena asap, karena seluruh alat bantu tetap mendukung mesin saat proses evakuasi,” kata Ahmad saat dikonfirmasi wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, seperti dikutip Antara, Jumat (15/5/2026)
Ia menjelaskan pasien yang menggunakan ventilator tetap mendapatkan dukungan alat medis selama proses pemindahan dari area terdampak asap.
Puluhan Pasien Dievakuasi dari Gedung PPJT
Selain pasien yang meninggal, satu pasien lain yang turut dievakuasi dilaporkan dalam kondisi stabil dan kini menjalani perawatan di ruang resusitasi.
“Alhamdulillah, stabil di ruang resusitasi,” ucap Ahmad.
Direktur Utama RSUD Dr Soetomo, Cita Rosita Sigit Prakoeswa, mengatakan sekitar 27 pasien terdampak insiden asap dan seluruhnya telah dipindahkan ke lokasi aman.
Ia juga menyebut empat petugas rumah sakit mengalami sesak napas saat membantu proses evakuasi pasien di area terdampak.
“Mereka sudah menggunakan alat pelindung, tetapi harus menerobos area terdampak asap,” katanya.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Pihak rumah sakit hingga kini masih menunggu hasil penyelidikan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya dan kepolisian terkait sumber munculnya asap di lantai lima Gedung PPJT.
Menurut Ahmad, manajemen rumah sakit belum dapat memastikan penyebab insiden tersebut.
“Kami tidak berani berspekulasi, nanti teman-teman Damkar yang menyampaikan hasilnya,” tuturnya.
RSUD Dr Soetomo juga melakukan evaluasi terhadap sistem mitigasi kebakaran, termasuk pengecekan tekanan hidran yang digunakan selama proses penanganan.
Ia menyebut simulasi penanganan kebakaran atau code red rutin dilakukan melalui program Hospital Disaster Program (Hosdip).
Sementara itu, Cita mengatakan pengecekan alat keselamatan seperti APAR dan hidran juga rutin dilakukan, termasuk sebagai bagian dari persiapan akreditasi internasional Joint Commission International (JCI) yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Sebelumnya, kepulan asap dilaporkan muncul dari Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo pada Jumat pagi dan sempat memicu kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan rumah sakit saat proses penanganan berlangsung.
Pasien ICU Sempat Dikabarkan Meninggal
Sebelumnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani, membenarkan adanya korban jiwa dalam insiden tersebut.
Menurutnya, satu pasien di ruang ICU dinyatakan meninggal dunia, sementara pasien lain berhasil dievakuasi keluar gedung.
“Di ICU ada satu pasien yang dinyatakan meninggal dunia. Pasien lainnya dilakukan evakuasi,” ujar Rini kepada wartawan.
Sebanyak 33 pasien yang berada di Gedung PPJT kemudian dipindahkan menuju Unit Gawat Darurat (UGD) dan sejumlah ruang perawatan lain untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Berdasarkan informasi sementara, sumber kebakaran diduga berasal dari area ruang bedah jantung di lantai lima gedung. Api memang berhasil dikendalikan, namun asap tebal sempat menyebar hingga ke lantai bawah dan mengganggu proses evakuasi.