Kemenekraf Perkuat Promosi Pariwisata Budaya Indonesia di Jerman Melalui RBI
Menteri Kemenekraf Widiyanti Putri Wardhana kunjungi Rumah Budaya Indonesia (RBI) di Berlin, Jerman, perkuat Kemenekraf Promosi Pariwisata Budaya Indonesia, menarik dunia mengenal kekayaan tradisi Nusantara.
Menteri Kemenekraf Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja resmi ke Berlin, Jerman, pada Selasa (4/3) lalu. Kunjungan ini berfokus pada penguatan promosi pariwisata Indonesia melalui pendekatan budaya yang otentik dan mendalam. Salah satu agenda utama adalah mengunjungi Rumah Budaya Indonesia (RBI) atau Haus der Indonesischen Kulturen.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Widiyanti menegaskan bahwa budaya merupakan pintu masuk utama untuk membangun daya tarik pariwisata Indonesia. Melalui RBI, pihaknya berupaya mengajak dunia untuk mengenal Indonesia secara lebih mendalam, menawarkan pengalaman otentik yang berakar pada tradisi dan interaksi masyarakat. Kunjungan ini juga didampingi oleh Deputy Chief Mission (DCM) Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Jerman, Fajar Wirawan Harijo.
Kunjungan ini merupakan bagian dari strategi Kemenekraf untuk memperkuat branding Wonderful Indonesia dan kampanye #GoBeyondOrdinary. Tujuannya adalah menghadirkan pariwisata yang melampaui ekspektasi, tidak hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga kedalaman nilai budaya serta kearifan lokal. Ini menunjukkan komitmen Kemenekraf dalam promosi pariwisata budaya secara global.
Rumah Budaya Indonesia: Gerbang Diplomasi Budaya di Jerman
Rumah Budaya Indonesia (RBI) di Berlin memiliki peran strategis sebagai etalase budaya sekaligus sarana efektif untuk memperkuat citra Indonesia. RBI berfungsi sebagai pusat budaya dan ruang publik yang inklusif, didedikasikan untuk mempromosikan seni, bahasa, dan tradisi Indonesia kepada masyarakat Jerman dan komunitas internasional. Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin, Roniyus Marjunus, menyoroti pentingnya peran RBI dalam mendukung promosi pariwisata di Jerman.
RBI juga menjadi titik temu interaksi budaya, baik bagi diaspora Indonesia maupun masyarakat Jerman yang tertarik pada budaya Nusantara. Dikelola oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin, RBI pertama kali diluncurkan pada tahun 2012. Kemudian, RBI direlokasi dan dibuka kembali di lokasi saat ini, kawasan Tiergarten, Berlin, pada tahun 2017.
Sejak pembukaannya kembali, RBI telah menjadi instrumen strategis diplomasi budaya Indonesia. Lembaga ini aktif membangun dan memperkuat hubungan antar masyarakat (people-to-people contact) antara Indonesia dan Jerman melalui berbagai program seni, budaya, dan pendidikan secara konsisten. Upaya ini mendukung misi Kemenekraf promosi pariwisata budaya Indonesia.
Interaksi Budaya dan Daya Tarik Wisata Indonesia
Selama kunjungannya, Menteri Widiyanti berkeliling melihat berbagai fasilitas di RBI. Beliau mengunjungi ruang belajar bahasa Indonesia, perpustakaan, dan ruang angklung. Selain itu, Menteri juga berkesempatan menikmati sajian langsung dari warga berbagai negara yang antusias belajar gamelan Bali dan gamelan Jawa, menunjukkan daya tarik budaya Indonesia yang mendunia.
Menteri Widiyanti juga berinteraksi langsung dengan warga Jerman yang sedang belajar Bahasa Indonesia. Beliau berbincang dengan peserta kursus seni budaya di RBI, termasuk dua pemuda kembar Jerman, Bennet dan Gerret, yang dikenal sebagai kreator konten @raksasajerman. Kedua pemuda ini telah berkeliling Indonesia untuk belajar Bahasa Indonesia, menjadi contoh nyata ketertarikan global terhadap budaya Indonesia.
Sebelumnya, Menteri Kemenekraf juga menyempatkan diri mengunjungi Restoran Dapoer. Restoran milik diaspora Indonesia, Emma Tjandradinata, ini menawarkan cita rasa masakan Indonesia otentik. Kunjungan ini tidak hanya mengapresiasi kuliner Indonesia, tetapi juga mendukung diaspora dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner Nusantara di kancah internasional, sejalan dengan misi Kemenekraf promosi pariwisata budaya.
Sumber: AntaraNews