KEK ETKI Banten: Integrasi Kesehatan dan Teknologi Dorong Ekonomi Nasional
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) ETKI Banten hadir sebagai solusi peningkatan ekonomi melalui sektor kesehatan terintegrasi teknologi, berpotensi menarik investasi dan pasien global, serta menghemat devisa negara.
Sekjen Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (DNKEK) Rizal Edwin Manansang menyatakan bahwa pengembangan sektor kesehatan yang terintegrasi dengan teknologi dan pendidikan di KEK ETKI memiliki peran strategis bagi perekonomian Indonesia. Rizal Edwin Manansang menyampaikan hal tersebut di Tangerang pada Jumat, 10 April, usai seremoni Topping Off medical suiters di D-Hub SEZ BSD City Tangerang. Pengembangan ini diharapkan dapat menyediakan fasilitas kesehatan berstandar global serta pelayanan medis berkualitas internasional yang setara dengan luar negeri, mengingat hampir dua juta masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahunnya.
Kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi daerah karena memiliki potensi dikunjungi orang dari berbagai negara. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu lagi mencari layanan kesehatan berkualitas tinggi di luar negeri seperti Penang, Singapura, atau Malaka, karena Banten dapat menjadi tujuan layanan kesehatan berstandar internasional. Inisiatif ini juga sejalan dengan fase transformasi ekonomi Indonesia yang menuntut penguatan fondasi ekonomi dan inovasi di tengah ketidakpastian global.
Hingga akhir 2025, KEK ETKI Banten di wilayah BSD City Tangerang telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,9 triliun, menyerap 836 tenaga kerja, serta melibatkan 14 pelaku usaha. Capaian ini menunjukkan bahwa KEK semakin berperan dalam mendorong investasi dan pengembangan sektor-sektor baru, termasuk sektor kesehatan. Dalam lima tahun pertama, kawasan ini diperkirakan mampu menghemat devisa keluar hingga Rp1,5 triliun serta berpotensi menghasilkan devisa sebesar Rp4,2 triliun.
Dampak Ekonomi dan Investasi KEK ETKI Banten
Pengembangan KEK ETKI Banten terbukti memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian nasional, terutama dalam hal investasi dan penciptaan lapangan kerja. Dengan realisasi investasi mencapai Rp1,9 triliun dan penyerapan 836 tenaga kerja hingga akhir 2025, KEK ini menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah tersebut. Keterlibatan 14 pelaku usaha juga menunjukkan daya tarik kawasan ini bagi sektor swasta untuk berinvestasi dalam layanan kesehatan dan teknologi.
Selain menarik investasi, KEK ETKI Banten juga diproyeksikan memberikan kontribusi besar dalam penghematan dan perolehan devisa negara. Diperkirakan dalam lima tahun pertama, kawasan ini mampu menghemat devisa keluar hingga Rp1,5 triliun, mengurangi ketergantungan masyarakat Indonesia terhadap layanan medis di luar negeri. Lebih jauh, KEK ETKI berpotensi menghasilkan devisa sebesar Rp4,2 triliun, menunjukkan potensi besar sebagai penarik wisatawan medis internasional.
Rizal Edwin Manansang menekankan bahwa capaian ini menegaskan peran penting KEK dalam mendorong investasi dan pengembangan sektor-sektor baru, termasuk sektor kesehatan. Ini merupakan langkah strategis Indonesia dalam memperkuat fondasi ekonomi di tengah dinamika perekonomian dunia dan tensi geopolitik.
KEK ETKI sebagai Destinasi Medis Global
KEK ETKI Banten dirancang untuk menjadi destinasi medis berstandar internasional yang mampu menyaingi fasilitas kesehatan di luar negeri. Dengan hampir dua juta masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun, KEK ini diharapkan dapat mengurangi angka tersebut secara signifikan. Fasilitas kesehatan di KEK ETKI Banten akan menyediakan pelayanan medis berkualitas global, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari perawatan di Penang, Singapura, atau Malaka.
Tidak hanya melayani pasien domestik, KEK ETKI juga diharapkan mampu menarik pasien dari luar negeri untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi berobat. Konsep medical tourism ini telah menunjukkan hasil positif dalam beberapa tahun terakhir, dengan mulai hadirnya pasien maupun wisatawan asing yang datang untuk berobat. Hal ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia di peta pariwisata medis global.
Fasilitas yang eksklusif dan nyaman di dalam medical suite ini diharapkan mampu memberikan pengalaman pelayanan yang lebih baik bagi pasien. Ini mencakup tidak hanya aspek medis, tetapi juga kenyamanan dan kepuasan selama proses perawatan, yang pada akhirnya mendukung proses penyembuhan secara optimal.
Komitmen Pemerintah Provinsi Banten dan Fasilitas Medical Suite
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 135 rumah sakit di Provinsi Banten dengan beragam klasifikasi. Sektor kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam mewujudkan kualitas hidup manusia yang lebih baik, baik bagi individu maupun bangsa. Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan berkomitmen untuk mewujudkan “Banten Sehat” melalui berbagai upaya peningkatan akses serta kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Kehadiran Gedung Medical Suite di bawah naungan Sinar Mas Land menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat Banten. Fasilitas ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan membawa harapan besar dalam peningkatan layanan kesehatan masyarakat. Peresmiannya menjadi simbol komitmen jajaran direksi dan manajemen dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan, khususnya dalam menyediakan layanan kesehatan yang modern, terintegrasi, dan berstandar tinggi.
Diharapkan fasilitas Medical Suite dapat segera beroperasi secara optimal setelah peresmian, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas. Pada akhirnya, hal ini akan berkontribusi terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di Provinsi Banten dan Indonesia pada umumnya.
Sumber: AntaraNews