Kasad Maruli soal Kenaikan Pangkat Teddy Indra Wijaya: Kami Bekerja Secara Profesional
Maruli menegaskan bahwa tidak ada yang perlu dipermasalahkan terkait kenaikan pangkat Teddy Indra Wijaya.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menanggapi polemik kenaikan pangkat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dari Mayor ke Letnan Kolonel. Menurutnya, hal tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Panglima TNI dan dirinya sebagai Kasad.
Maruli menegaskan bahwa tidak ada yang perlu dipermasalahkan terkait kenaikan pangkat tersebut. Ia menilai Teddy dianggap mampu membantu Presiden dan mengoordinasikan tugasnya dengan baik.
"Itu kewenangan Panglima TNI dan saya. Ada seseorang yang dianggap mampu membantu Presiden dan mengoordinasikan tugasnya dengan baik, lalu diberi kenaikan pangkat. Apa masalahnya?" kata Maruli, Rabu (12/3).
Tantang Pihak yang Protes
Maruli juga menantang pihak yang mempertanyakan keputusan tersebut, terutama yang membandingkan dengan prajurit yang bertempur di medan perang tetapi pangkatnya tidak naik.
"Ada orang yang pernah di Papua, temennya yang bertempur betul dan komplain pangkatnya nggak naik-naik. Saya pengen tahu siapa orangnya. Betul nggak dia benar-benar bertempur, atau pernah perang nggak dia? Jadi itu kewenangan kami (Panglima TNI dan Kasad)," tegasnya.
Ia juga meminta agar keputusan yang sudah diambil tidak terus-menerus diintervensi.
"Kami bekerja secara profesional. Jika sudah diputuskan, kami akan ikut (melaksanakan keputusan),” tambahnya.
Polemik TNI Aktif di Jabatan Sipil
Maruli meminta agar status prajurit TNI aktif yang menduduki jabatan di kementerian atau lembaga negara tidak dijadikan polemik. Ia menegaskan bahwa TNI akan tetap patuh pada keputusan negara dan mengikuti aturan yang berlaku.
"Silakan saja didiskusikan, apakah tentara harus alih status, apakah tentara harus pensiun? Jadi tidak usah diperdebatkan seperti ribut kanan, kiri, ke depan, kaya kurang kerjaan. Nanti kan ada forumnya, kita bisa diskusikan. Kalau nanti keputusannya seperti itu, ya kami ikut. Kami (TNI AD) akan loyal seratus persen dengan keputusan," ujarnya.
Maruli juga menanggapi kritik yang menyebut kembalinya dwifungsi ABRI.
"Jadi tidak usah ramai bikin ribut di media, ini itu lah, Orde Baru lah, tentara dibilang hanya bisa membunuh dan dibunuh. Menurut saya, otak-otak seperti ini kampungan," kata Maruli.