Karhutla Parigi Moutong: Dua Hektare Lahan Mineral Terbakar, Penanganan Terus Berlanjut
Karhutla Parigi Moutong melanda dua hektare lahan mineral di Desa Lobu Mandiri. BNPB dan BPBD terus berupaya memadamkan api, sementara penyebab kebakaran masih diselidiki, membuat pembaca penasaran akan perkembangan selanjutnya.
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Sulawesi Tengah, tepatnya di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong. Peristiwa ini melahap sekitar dua hektare lahan mineral dan terdeteksi pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, mengonfirmasi kejadian ini. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Parigi Moutong, unsur kecamatan, dan pemerintah desa telah bergerak cepat.
Hingga Minggu, 1 Maret 2026, api di beberapa titik dilaporkan belum sepenuhnya padam, dan upaya penanganan masih terus dilakukan secara terpadu. Penyebab pasti kebakaran lahan mineral ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.
Luas Lahan Terdampak dan Penanganan Awal Karhutla Parigi Moutong
Berdasarkan data sementara dari BNPB, karhutla di Parigi Moutong ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare, dengan kerugian material yang masih dalam tahap pendataan.
Abdul Muhari mengungkapkan bahwa tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong segera berkoordinasi. Mereka melibatkan unsur kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat untuk melakukan penanganan awal dan pendataan di lokasi kejadian.
Penanganan karhutla ini dilakukan secara terpadu, melibatkan berbagai pihak guna mengendalikan penyebaran api. Tujuannya adalah agar api tidak meluas ke wilayah permukiman penduduk maupun lahan lainnya yang berpotensi menimbulkan dampak lebih besar.
Kendala Pemadaman dan Upaya Berkelanjutan di Lokasi Karhutla Parigi Moutong
Kondisi terkini menunjukkan bahwa api di beberapa titik belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Tim petugas di lapangan menghadapi kendala signifikan dalam upaya pemadaman karhutla Parigi Moutong ini.
Menurut Abdul Muhari, kendala utama adalah akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau oleh kendaraan. Akibatnya, tim harus berjalan kaki untuk mencapai titik-titik api yang masih menyala.
"Upaya pemadaman dan pengendalian kebakaran masih terus dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel di lapangan," cetusnya.
Meskipun menghadapi tantangan medan yang berat, koordinasi dan sinergi antarpihak terus diintensifkan. Hal ini penting untuk memastikan penanganan karhutla dapat berjalan efektif dan meminimalisir risiko bagi petugas.
Investigasi Penyebab dan Pentingnya Pencegahan Karhutla
Penyebab pasti kebakaran lahan mineral di Desa Lobu Mandiri, Parigi Moutong, ini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh pihak berwenang. Penyelidikan ini krusial untuk mengidentifikasi faktor pemicu dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Pencegahan karhutla menjadi prioritas utama, terutama di daerah-daerah yang rentan. Edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya membakar lahan dan pentingnya menjaga lingkungan sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko.
Kerja sama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan berbagai instansi terkait sangat vital dalam upaya pencegahan. Dengan deteksi dini dan respons cepat, dampak karhutla dapat diminimalisir.
Sumber: AntaraNews