BPBD Kotim Sigap Tanggulangi Kebakaran Lahan di Kebun Warga, Imbau Masyarakat Waspada

BPBD Kotim bergerak cepat menangani kebakaran lahan di kebun warga Desa Bangkuang Makmur. Peringatan dini disampaikan untuk mencegah meluasnya Kebakaran Lahan Kotim akibat kondisi gambut yang kering dan rawan terbakar.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Kotim Sigap Tanggulangi Kebakaran Lahan di Kebun Warga, Imbau Masyarakat Waspada
BPBD Kotim bergerak cepat menangani kebakaran lahan di kebun warga Desa Bangkuang Makmur. Peringatan dini disampaikan untuk mencegah meluasnya Kebakaran Lahan Kotim akibat kondisi gambut yang kering dan rawan terbakar. (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menurunkan tim untuk menanggulangi kebakaran lahan. Insiden ini terjadi di kebun milik warga di Desa Bangkuang Makmur, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Kebakaran lahan di Desa Bangkuang Makmur ini telah berlangsung sejak Rabu sore (25/3), dengan upaya pemadaman yang terus dilakukan hingga Kamis pagi. Lokasi yang terbakar adalah lahan perkebunan milik Bapak Muhajirin, yang diperkirakan seluas kurang lebih tiga hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menyatakan bahwa pemilik lahan tidak mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran di lahannya. Peristiwa ini menyoroti kerentanan wilayah tersebut terhadap Kebakaran Lahan Kotim, terutama dengan kondisi tanah gambut yang mudah terbakar.

Tim gabungan yang terdiri dari 10 personel BPBD Kotim dan dibantu 7 personel Manggala Agni dikerahkan untuk menangani Kebakaran Lahan Kotim ini. Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh perjalanan sepanjang 4,2 kilometer dari Jalan Poros Sampit - Samuda, melewati jalan Desa Eka Bahurui Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Lahan yang terbakar sebagian besar berupa semak belukar yang tumbuh di atas tanah gambut. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung selama lebih dari enam jam, dimulai dari pukul 10.00 WIB hingga 16.11 WIB.

Multazam menjelaskan bahwa tim berhasil melakukan pendinginan terhadap lahan yang terbakar, dengan luas area yang terdampak mencapai 0,95 hektare. Meskipun api utama telah padam, sisa asap masih menyelimuti lokasi, sehingga tim fokus pada upaya pendinginan menyeluruh.

Peristiwa Kebakaran Lahan Kotim ini bukan yang pertama kali terjadi dalam waktu dekat. Sehari sebelumnya, kebakaran lahan juga dilaporkan di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang.

Melihat tren ini, Multazam mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Imbauan ini sangat penting mengingat intensitas hujan yang berkurang, membuat kondisi lahan, khususnya gambut, menjadi sangat kering dan rawan terbakar.

Tanah gambut di Kotawaringin Timur memiliki karakteristik unik; saat kemarau, gambut sangat mudah kering dan terbakar, namun pemadamannya sangat sulit. Api cenderung membakar hingga ke dalam tanah meskipun di permukaan sudah terlihat padam, sehingga pencegahan menjadi kunci utama.

Pencegahan dini melalui imbauan untuk tidak membakar lahan terus digencarkan oleh pemerintah daerah. Harapannya, masyarakat dapat meningkatkan kepedulian dan berperan aktif dalam mencegah Kebakaran Lahan Kotim serta dampak kabut asap yang ditimbulkannya.

Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat krusial untuk menjaga lingkungan dan kesehatan. Dengan tidak melakukan pembakaran lahan, risiko terjadinya bencana kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan kesehatan masyarakat dapat diminimalisir.

Optimalisasi pencegahan adalah langkah terbaik untuk menghindari kerugian yang lebih besar akibat Kebakaran Lahan Kotim. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman kebakaran lahan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi