Kapolri Tegaskan Penanganan Karhutla di Riau Perlu Kolaborasi Semua Pihak
Menurut dia, kerja sama lintas sektor, termasuk dengan masyarakat, menjadi kunci penting dalam menangani karhutla.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau memerlukan kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak.
Pernyataan ini disampaikannya usai menerima paparan terkait penanganan karhutla di Gedung VIP Pandawa, Lanud Roesmin Nurjadin, Riau.
Menurut dia, kerja sama lintas sektor, termasuk dengan masyarakat, menjadi kunci penting dalam menangani karhutla di sana. Ia mengapresiasi langkah Pemprov Riau yang telah menetapkan status tanggap darurat.
"Ini menjadi pekerjaan rumah bersama karena penanganannya memerlukan kolaborasi dan kerja keras seluruh stakeholder. Kita harus terus waspada agar upaya kita benar-benar bisa menurunkan jumlah titik api," ujar Listyo.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menerima laporan dari Kapolda Riau terkait adanya unsur kesengajaan dalam sejumlah kasus pembakaran hutan. Berdasarkan laporan tersebut, pihak kepolisian telah menetapkan puluhan tersangka.
"Sudah dilakukan penegakan hukum terhadap 46 tersangka yang diamankan," jelasnya.
Listyo juga menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca, terutama saat memasuki musim kemarau. Ia menekankan pentingnya pemantauan cuaca untuk mengantisipasi potensi karhutla sejak dini.
"Sejak awal kita sudah mengetahui adanya potensi karhutla, sehingga upaya pencegahannya harus betul-betul maksimal," tegasnya.