Kapolres Situbondo Janji Ungkap Kasus Pembunuhan Satu Keluarga yang Gegerkan Warga
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie berkomitmen penuh mengungkap kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Besuki yang menewaskan tiga korban, meminta dukungan masyarakat dan media.
Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menyatakan komitmennya untuk segera menuntaskan kasus pembunuhan tragis yang menimpa satu keluarga di wilayahnya. Kasus Pembunuhan Satu Keluarga Situbondo ini menjadi perhatian utama sejak terjadi pada 28 Desember 2025. Peristiwa memilukan tersebut menewaskan tiga korban jiwa di Kecamatan Besuki.
Janji pengungkapan kasus ini disampaikan oleh Kapolres Bayu pada hari pertama ia bertugas di Polres Situbondo, Jawa Timur, pada Rabu, 14 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa kasus menonjol ini menjadi "PR" besar yang harus diselesaikan dengan investigasi mendalam. Penyelidikan intensif terus dilakukan untuk menemukan titik terang.
Ketiga korban adalah Muhammad Hasim (58), istrinya Suningsih (38), dan putri mereka Umi Rahmania (18). Jasad ketiganya ditemukan tak bernyawa di dalam rumah mereka di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, sekitar pukul 07.00 WIB.
Komitmen Kapolres Ungkap Kasus Pembunuhan Satu Keluarga
AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menekankan pentingnya dukungan dari seluruh elemen masyarakat dalam proses penyelidikan. Ia secara khusus meminta bantuan insan pers untuk turut serta memberikan informasi. Setiap masukan, sekecil apapun, akan sangat berarti bagi pihak kepolisian.
"Kami mohon bantuan kepada rekan-rekan media dan masyarakat untuk memberikan masukan, dan jika ada informasi terbaru sekecil apapun bisa disampaikan kepada kami," kata Kapolres Bayu. Permintaan ini menunjukkan keseriusan pihak berwajib dalam menangani kasus Pembunuhan Satu Keluarga Situbondo ini.
Fokus utama penyelidikan adalah mengungkap motif dan pelaku di balik kematian tragis satu keluarga ini. Kapolres berharap partisipasi aktif dari publik dapat mempercepat proses penuntasan kasus. Penyelidikan mendalam terus berlangsung.
Kronologi Penemuan dan Hasil Autopsi Awal
Ketiga korban Pembunuhan Satu Keluarga Situbondo ditemukan meninggal dunia di dalam rumah mereka. Jasad Suningsih dan putrinya, Umi Rahmania, ditemukan di dalam kamar. Sementara itu, jasad Muhammad Hasim ditemukan di antara kamar mandi dan dapur rumah.
Informasi awal yang dihimpun menunjukkan bahwa penemuan jasad terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Kejadian ini sontak menggemparkan warga Dusun Watuketu, Desa Demung. Pihak kepolisian segera bergerak cepat setelah menerima laporan.
Dari hasil autopsi yang dilakukan oleh RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, terungkap penyebab kematian para korban. Ketiganya meninggal dunia karena gagal napas dan kehabisan banyak darah. Selain itu, suplai oksigen ke otak mereka juga terhenti.
Perkembangan Penyelidikan dan Barang Bukti yang Diamankan
Hingga saat ini, jajaran Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Situbondo telah bekerja keras mengumpulkan keterangan. Sebanyak 15 orang saksi telah dimintai keterangan terkait kasus Pembunuhan Satu Keluarga Situbondo ini. Keterangan para saksi diharapkan dapat memberikan petunjuk penting.
Di lokasi kejadian, polisi mengamankan beberapa barang bukti krusial. Sebuah pisau ditemukan di dalam bak kamar mandi, yang diduga menjadi alat yang digunakan dalam aksi keji tersebut. Selain itu, lima unit telepon genggam juga turut diamankan sebagai barang bukti.
Polres Situbondo masih menantikan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dari Tim Identifikasi Sidik Jari Sistem Otomatis Indonesia (Inafis). Selain itu, hasil dari Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah Jawa Timur juga masih ditunggu. Kedua hasil ini sangat penting untuk melengkapi bukti-bukti yang ada.
Sumber: AntaraNews