POMI Perkuat Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan Rakyat Berkelanjutan di Situbondo

PT POMI memastikan keberlanjutan program lingkungan dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat di Desa Selobanteng, Situbondo, melalui program Permata Hati.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
POMI Perkuat Kapasitas Masyarakat dalam Pengelolaan Hutan Rakyat Berkelanjutan di Situbondo
PT POMI memastikan keberlanjutan program lingkungan dengan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat di Desa Selobanteng, Situbondo, melalui program Permata Hati. (AntaraNews)

PT Paiton Operation & Maintenance Indonesia (PT POMI) berkomitmen penuh terhadap program lingkungan berkelanjutan di Kabupaten Situbondo. Perusahaan ini secara aktif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan hutan rakyat di Desa Selobanteng, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Jawa Timur. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan kelestarian lingkungan serta kemandirian warga setempat.

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT POMI, yang dikenal sebagai program Permata Hati (Perlindungan Mata Air dan Keanekaragaman Hayati). Kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat ini berlangsung pada Sabtu, 18 April, di Desa Selobanteng, dengan fokus utama melindungi mata air dan menjaga keanekaragaman hayati.

Untuk menjamin efektivitas dan keberlanjutan program pengelolaan hutan rakyat, PT POMI menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Negeri Malang (UM). Kemitraan ini mencakup pemantauan dan evaluasi rutin setiap tahun, memastikan bahwa program tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat.

Rochman Hidayat, Head of Human Capital, Facility and Community (HCFC) PT POMI/Paiton Energy, menegaskan komitmen perusahaan terhadap program lingkungan jangka panjang. Program Permata Hati dirancang untuk tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan demi kelestarian alam. Tujuannya adalah melindungi mata air dan konservasi keanekaragaman hayati yang telah berjalan sejak tahun 2009.

PT POMI berupaya agar masyarakat Desa Selobanteng dapat mengelola hutan rakyat secara mandiri dan efektif. Keterlibatan aktif warga menjadi kunci keberhasilan program ini. Rochman menyatakan, "Kami ingin bapak/ibu yang hadir di sini bisa memberikan masukan terkait kebermanfaatannya seperti apa, karena ini program bersama."

Kerja sama dengan Universitas Negeri Malang menjadi pilar penting dalam memastikan efektivitas program. Pemantauan dan evaluasi rutin oleh akademisi UM dilakukan setiap tahun. Hal ini menjamin bahwa program berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan serta komunitas lokal.

Akademisi dari Universitas Negeri Malang, Prof. Fatchur Rohman, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Desa Selobanteng dan masyarakat setempat. Konsistensi serta partisipasi aktif warga menjadi faktor krusial dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah tersebut. Desa Selobanteng memiliki kekayaan keanekaragaman hayati yang luar biasa.

Sejak tahun 2015 hingga 2025, UM telah dipercaya oleh PT POMI untuk melakukan pemantauan program Perlindungan Air dan Keanekaragaman Hayati. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa hutan rakyat di Desa Selobanteng mencatat sebanyak 66 jenis tumbuhan. "Indeks keragaman tumbuhan di Selobanteng ini cukup tinggi, yang artinya variasi jenis tumbuhannya beragam dan pemerataan jumlah masing-masing jenis tumbuhan juga sangat baik," kata Prof Ong.

Prof. Ong, sapaan akrab Prof. Fatchur Rohman, menjelaskan bahwa variasi jenis tumbuhan yang beragam serta pemerataan jumlah masing-masing jenis sangat baik. Kondisi ini menunjukkan ekosistem yang sehat dan seimbang. Oleh karena itu, menjaga kelestarian alam menjadi tanggung jawab bersama untuk memenuhi kebutuhan manusia secara berkelanjutan, "Alam ini diciptakan untuk kebutuhan manusia, oleh karena itu mari kita jaga bersama," tutur Prof Ong.

Program Permata Hati tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas masyarakat. PT POMI ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mengelola hutan rakyat mereka. Hal ini sejalan dengan visi program untuk menciptakan kemandirian lokal dalam pengelolaan hutan rakyat.

Rochman Hidayat menekankan bahwa program ini dirancang untuk jangka panjang, bukan sekadar proyek sesaat. Pemantauan dan evaluasi rutin adalah bagian integral dari upaya ini untuk menjamin efektivitasnya. Dengan demikian, investasi dalam program lingkungan ini akan memberikan hasil yang berkelanjutan bagi Desa Selobanteng.

Partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat diharapkan untuk keberhasilan program ini. Kolaborasi antara PT POMI, Universitas Negeri Malang, Pemerintah Desa, dan masyarakat menjadi kunci. Sinergi ini akan memastikan bahwa perlindungan mata air dan keanekaragaman hayati dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi