Jumlah Pemudik 2025 Turun, DPR: Masyarakat Frugal Living, Wait and See dengan Situasi Ekonomi
Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda menduga, perubahan perilaku ekonomi masyarakat menyumbang turunnya antusiasme mudik pada lebaran 2025.
Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda menduga, perubahan perilaku ekonomi masyarakat menyumbang turunnya antusiasme mudik pada lebaran 2025. Sebab, saat ini masyarakat mulai menerapkan gaya hidup hemat.
Huda mengatakan, masyarakat banyak yang menahan diri tidak berbelanja atau menggunakan uangnya dalam situasi ekonomi saat ini.
"Kalau lihat dari beberapa analisa ekonomi memang kira-kira kan hari ini suasananya kan gitu frugal living," kata Huda, Kamis (27/3).
"Frugal living itu kira-kira masyarakat kita memang, mending melakukan spending. Jadi menahan, wait and see, terkait dengan situasi ekonomi," sambungnya.
Menurut Huda, kondisi ini membuat masyarakat menahan diri untuk tidak mudik. Sehingga, banyak dari mereka memilih uangnya ditabung dan merencanakan opsi lain.
"Jadi ada yang suasananya kira-kira beberapa pihak ada uangnya, tapi mereka tidak mau menggunakan. Jadi lebih baik ditabung dan mereka merencanakan mungkin ada opsi lain nanti untuk bisa bersilahturahmi dengan keluarganya di kampung," ucapnya.
Akibatnya, kata Huda, antusias mudik 2025 berbeda dengan tahun sebelumnya. Apalagi berdasarkan survei Kementerian Perhubungan memprediksi penurunan jumlah pemudik mencapai 24 persen.
"Itu sedang tren memang, frugal living ini dalam situasi tingkat kehati-hatian untuk mengantisipasi soal masa depan situasi ke depan. Ada suasana itu," imbuh Huda.
Survei Kemenhub
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membenarkan proyeksi jumlah pemudik angkutan Lebaran Idul Fitri 2025/1446 Hijriah akan mengalami penurunan bila dibandingkan di tahun sebelumnya.
Temuan ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan bersama akademisi. Survei itu menyatakan jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen dari penduduk Indonesia, turun 24 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.
"Benar besaran potensi pergerakan masyarakat saat mudik Lebaran tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu," kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Budi Rahardjo dilansir dari Antara, Rabu (26/3).
Budi menyampaikan survei yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub menggambarkan potensi pergerakan masyarakat pada masa angkutan Lebaran. Pengambilan data dilakukan pada pertengahan Februari 2025.
Penggambaran potensi tersebut berdasarkan persepsi publik atas pertanyaan saat penelitian. Saat realisasi angkutan Lebaran terdapat kemungkinan keputusan masyarakat berbeda (memutuskan mudik atau tidak) tergantung berbagai situasi dan kondisi yang mampu mempengaruhi keputusan akhir.
Kendati demikian, Budi mengaku dalam survei yang dilakukan Kemenhub, tidak menjurus mengenai penyebab atau alasan mengapa sehingga terjadi penurunan jumlah proyeksi pemudik tahun ini.