Jenguk Korban Ledakan SMAN 72 Kelapa Gading di RS Yarsi, Mensos Gus Ipul: 1 Orang Masih di ICU
Gus Ipul mengatakan, untuk korban yang masih dirawat di ruang rawat inap RS Yarsi sebanyak 14 orang dan satu orang lainnya masih berada di ruang ICU.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyambangi Rumah Sakit Yarsi. Kedatangannya itu untuk melihat kondisi korban ledakan di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 72 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
Gus Ipul mengatakan, untuk korban yang masih dirawat di ruang rawat inap RS Yarsi sebanyak 14 orang dan satu orang lainnya masih berada di ruang ICU.
"Saya lihat perkembangannya cukup bagus, ditangani dengan baik, profesional, dan saya harus katakan 'Pak rumah sakitnya bagus. Mudah-mudahan penanganan yang baik ini nanti bisa segera membuat anak-anak kita yang ada di sini bisa segera sehat kembali," kata Gus Ipul kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (8/11).
Berdialog Dengan Keluarga dan Korban Ledakan SMAN 72
Dalam kunjungannya itu, Gus Ipul sempat melakukan dialog dengan keluarga serta korban ledakan. Saat itu, ia mendengarkan cerita dari para korban yang menurutnya optimis untuk cepat sehat kembali.
"Mereka menceritakan pada saat itu dalam ibadah salat Jumat ya berada di masjid, di tengah-tengah khutbah itulah terjadi ledakan. Mereka tentu belum bisa menceritakan secara detail, karena rata-rata ya mungkin kaget dan kemudian menyelamatkan diri. Itu aja ya," jelasnya.
"Jadi mereka bisa merasakan tiba-tiba ada ledakan, setelah itu mereka tidak bisa mengetahui lagi tapi sudah ada yang menyelamatkan, ada yang mengajak untuk segera menyelamatkan diri dalam keadaan yang kalut seperti itu, tetapi semuanya bisa saling tolong-menolong," sambungnya.
Waktu Rehabilitasi Sosial Pasca Ledakan SMAN 72
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul mengaku, waktu rehabilitasi sosial untuk korban dan keluarganya tidak bisa ditentukan hingga sampai kapan waktunya.
"Tergantung asismennya, ya bisa sebulan, bisa dua bulan, sesuai hasil asismennya akan kita dampingi nanti. Orang tuanya akan kita ajak dialog, kemudian siswa-siswanya juga akan kita ajak bicara kebutuhan apa yang paling mendesak dan yang paling dibutuhkan," ucapnya.
Senada dengan Gus Ipul, Direktur Medis Rumah Sakit Yarsi, dr Muhammadi menyebut, salah satu korban ledakan masih berada di ruang ICU untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
"Kondisi pasien memang kemarin ada prosedur pembedahan emergensi dilakukan, karena ada trauma pada saluran cerna yang bersangkutan dan ada tata laksana sana lanjutan yang akan kita siapkan," ujar Muhammadi.
"Jadi mungkin akan ada prosedur kedua untuk operasi lanjutannya terkait dengan kondisi kesakitan pasien," tambahnya.
Kemudian, untuk kondisi 14 orang pasien lainnya dipastikan sudah dalam kondisi yang stabil. Meski begitu, ada beberapa korban lainnya yang mengalami kehilangan pendengaran atau hearing loss.
"Ini sedang kita lakukan anamnesis dan diagnostik lanjutan oleh teman-teman dari dokter spesialis THT kita, itu akan direview nanti untuk melihat seberapa berat kondisi gangguan pendengarannya," ungkapnya.
"Jadi kemarin saya waktu bertemu langsung di lapangan itu memang rata-rata nggak mendengar sama sekali dan mengeluh, berdenging ya. Tadi sudah bisa diajak bicara, ngobrol, dan diskusi dengan Pak Menteri. Jadi kami optimis akan bagus hasilnya," sambungnya.
Kondisi Luka Bakar Korban Ledakan di SMAN 72
Kemudian, terkait dengan satu orang yang masih dirawat di ICU mengalami luka bakar hingga mencapai 30 persen. Sehingga, nantinya akan dilaksanakan operasi kedua untuk penanganan luka bakarnya.
"Ya kategori luka bakarnya itu kemarin kita review itu cukup luas, sekitar 30-an persen. Masih dalam DPO (dalam pemberian obat), jadi ditidurkan," pungkasnya.