Jasindo Perkuat Literasi Asuransi Pelajar di Bali melalui Program Narasemesta 2026
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) memperkuat literasi asuransi pelajar di Bali melalui program Narasemesta 2026, bertujuan meningkatkan pemahaman risiko dan pengelolaan keuangan sejak dini.
PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), aktif memperkuat literasi asuransi di kalangan pelajar sekolah menengah atas di Denpasar, Bali. Inisiatif ini diwujudkan melalui program Narasemesta 2026, yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan pengelolaan risiko keuangan sejak usia dini. Program ini menjadi langkah strategis Jasindo dalam membentuk generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya asuransi.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema, menyatakan bahwa tujuan utama program ini adalah mendorong lahirnya generasi muda yang peduli lingkungan sekaligus mampu mengelola risiko dengan matang. Kegiatan literasi asuransi ini menyasar pelajar SMA di Denpasar, mengingat mereka adalah calon pengambil keputusan masa depan di berbagai lini kehidupan. Edukasi ini diharapkan membekali mereka dengan perspektif kuat terkait perlindungan dan keberlanjutan.
Pendekatan yang diterapkan dalam program literasi ini bersifat holistik, mengintegrasikan edukasi, praktik langsung, serta pengalaman kontekstual yang relevan bagi para pelajar. Sesi literasi asuransi dan manajemen risiko disampaikan secara interaktif, dengan materi yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari siswa. Jasindo berharap edukasi ini membantu siswa memahami bahwa risiko adalah bagian tak terpisahkan dari aktivitas, sehingga perlu dikenali dan dikelola dengan baik.
Pentingnya Literasi Asuransi Pelajar Sejak Dini
Jasindo menargetkan pelajar sekolah menengah atas di Denpasar karena mereka dianggap sebagai calon pemimpin dan pengambil keputusan di masa depan. Pemahaman yang kuat mengenai asuransi dan manajemen risiko sejak dini akan sangat krusial bagi mereka, baik dalam konteks keluarga, organisasi, maupun dunia kerja. Pembekalan ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan finansial dan risiko kehidupan.
Program literasi ini menggunakan pendekatan holistik yang mencakup aspek edukasi mendalam, praktik langsung, dan pengalaman kontekstual. Metode ini memastikan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga relevan dan mudah dipahami oleh para siswa. Sesi interaktif dirancang untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan efektif, menghubungkan konsep asuransi dengan situasi nyata yang mungkin dihadapi siswa sehari-hari.
Melalui edukasi ini, Jasindo berharap siswa dapat memahami bahwa risiko merupakan bagian tak terpisahkan dari setiap aktivitas. Dengan mengenali dan mengelola risiko secara efektif, mereka dapat menjaga stabilitas keuangan dan merencanakan masa depan dengan lebih baik. Ini adalah investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat yang lebih tangguh secara finansial.
Integrasi Program dengan Lingkungan dan Perlindungan
Selain fokus pada literasi asuransi, program Narasemesta 2026 juga ditargetkan untuk memperkuat implementasi konsep sekolah hijau. Konsep ini mencakup berbagai aspek, mulai dari bantuan pengelolaan lingkungan sekolah, penguatan budaya kebersihan, dukungan program penghijauan, hingga pengembangan ketahanan pangan berbasis sekolah. Integrasi ini menunjukkan komitmen Jasindo terhadap keberlanjutan dan kepedulian lingkungan.
Program ini juga dilengkapi dengan perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi siswa, memberikan jaring pengaman tambahan bagi para peserta. Perlindungan ini menegaskan peran penting asuransi dalam kehidupan sehari-hari, yaitu mengalihkan potensi kerugian finansial akibat risiko kepada perusahaan asuransi. Dengan demikian, stabilitas keuangan individu dan keluarga dapat tetap terjaga dari kejadian tak terduga.
Asuransi memiliki fungsi vital dalam masyarakat modern, memungkinkan individu dan entitas untuk mengalihkan beban finansial dari risiko yang mungkin terjadi. Hal ini tidak hanya memberikan ketenangan pikiran, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi dengan meminimalkan dampak negatif dari kerugian tak terduga. Jasindo berupaya menanamkan pemahaman ini kepada generasi muda.
Meningkatkan Literasi Asuransi untuk Mengatasi Kesenjangan
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, indeks literasi asuransi di Indonesia tercatat sebesar 45,45 persen, sementara indeks inklusi asuransi berada pada level 28,50 persen. Data ini menunjukkan adanya kesenjangan yang signifikan antara pemahaman dan pemanfaatan produk asuransi di masyarakat.
Kesenjangan tersebut mengindikasikan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan akses masyarakat terhadap asuransi. Edukasi yang berkelanjutan, seperti yang dilakukan Jasindo melalui program Narasemesta 2026, menjadi kunci untuk mempersempit kesenjangan ini. Dengan menyasar pelajar, Jasindo berharap dapat menciptakan efek domino positif di masa depan.
Upaya Jasindo dalam memperkuat literasi asuransi pelajar merupakan bagian dari komitmen BUMN untuk berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang asuransi, generasi muda diharapkan dapat membuat keputusan finansial yang lebih cerdas dan proaktif dalam mengelola risiko kehidupan mereka.
Sumber: AntaraNews