Jangan Salah Paham, Dokter Ungkap Fungsi Serumen Telinga yang Penting untuk Kesehatan
Serumen telinga, atau kotoran telinga, sering dianggap mengganggu. Namun, seorang dokter spesialis menjelaskan fungsi serumen yang vital dalam menjaga kesehatan liang telinga dan melindunginya dari infeksi.
Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok-Bedah Kepala Leher Dr. dr. Harim Priyono, SpTHTBKL, Subsp.Oto(K), menegaskan bahwa serumen memiliki peran krusial bagi kesehatan telinga. Ia menjelaskan bahwa serumen bukanlah kotoran yang selalu harus dihilangkan dari liang telinga.
Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. Harim Priyono saat mengikuti webinar dari Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2026. Webinar tersebut membahas pentingnya pemahaman masyarakat mengenai fungsi alami tubuh, termasuk serumen telinga.
Menurutnya, serumen berperan sebagai pelindung alami telinga dari berbagai infeksi dan gangguan. Oleh karena itu, kebiasaan membersihkan telinga secara berlebihan justru dapat menimbulkan risiko kesehatan.
Manfaat Perlindungan Alami dari Serumen Telinga
Dr. Harim Priyono menjelaskan bahwa serumen memiliki sifat asam yang sangat bermanfaat. Sifat asam ini membantu menjaga keseimbangan lingkungan di dalam liang telinga.
Liang telinga merupakan rongga yang panjang dan cenderung lembap, kondisi ini membuatnya rentan terhadap pertumbuhan kuman. Keasaman serumen efektif menekan pertumbuhan mikroorganisme berbahaya di area tersebut.
Selain itu, serumen merupakan produk kelenjar kulit yang mengandung imunoglobulin. Zat ini berfungsi sebagai antibakteri alami, memberikan perlindungan tambahan terhadap infeksi telinga.
Dengan demikian, serumen tidak hanya membersihkan tetapi juga aktif melindungi telinga dari ancaman bakteri dan jamur. Ini adalah mekanisme pertahanan alami tubuh yang seringkali diabaikan.
Kapan Serumen Perlu Dibersihkan dan Risiko Pembersihan Berlebihan
Meskipun penting, serumen tidak selalu perlu dibersihkan secara rutin. Dr. Harim Priyono menyarankan bahwa serumen baru perlu diangkat jika sudah menutupi sekitar 30 persen diameter liang telinga.
Apabila serumen hanya tipis atau tidak menimbulkan keluhan, pembersihan terlalu sering tidak diperlukan. Pembersihan yang berlebihan justru dapat menghilangkan perlindungan alami telinga.
Kebiasaan menggunakan cotton bud atau alat lain untuk mengorek telinga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Tindakan ini bisa menyebabkan luka kecil pada permukaan kulit liang telinga.
Luka tersebut memudahkan bakteri atau jamur masuk dan berkembang, memicu infeksi pada telinga luar. Infeksi ini dapat menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan, hingga gangguan pendengaran sementara.
Imbauan dan Saran Medis Terkait Kesehatan Telinga
Melihat pentingnya fungsi serumen dan risiko pembersihan berlebihan, Dr. Harim Priyono mengimbau masyarakat untuk tidak membersihkan telinga secara berlebihan. Pemahaman yang benar tentang serumen sangat penting.
Ia juga menyarankan agar masyarakat segera memeriksakan kondisi telinga ke dokter THT jika muncul keluhan. Gejala seperti nyeri, gatal, atau penurunan pendengaran memerlukan penanganan profesional.
Pemeriksaan oleh dokter THT akan memastikan penanganan yang tepat dan aman untuk masalah telinga. Hal ini mencegah komplikasi lebih lanjut akibat penanganan mandiri yang tidak tepat.
Menjaga kesehatan telinga adalah bagian penting dari menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Jangan abaikan tanda-tanda yang mungkin menunjukkan adanya masalah pada telinga.
Sumber: AntaraNews