Indonesia Dorong Perdamaian Iran-Israel, Presiden Prabowo Fokus Selamatkan WNI
Presiden RI Prabowo Subianto terus melakukan berbagai upaya diplomatik guna menurunkan tensi konflik dan mendorong deeskalasi di kawasan Iran-Israel.
Pemerintah Indonesia menegaskan posisinya dalam menyikapi konflik yang terus memanas antara Iran dan Israel. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro menyatakan, Indonesia mendorong perdamaian sebagai solusi terbaik, bukan perang.
"Indonesia adalah negara yang memiliki prinsip non-blok, maka dalam hal ini posisi Indonesia adalah posisi yang menginginkan bahwa perdamaian jauh lebih bagus, perdamaian jauh lebih baik ketimbang perang yang membawa korban kedua belah pihak," ujar Juri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/6).
Juri menjelaskan, Presiden RI Prabowo Subianto terus melakukan berbagai upaya diplomatik guna menurunkan tensi konflik dan mendorong deeskalasi di kawasan tersebut.
"Jadi untuk sambil mengikuti perkembangan ini, Presiden melakukan berbagai upaya untuk mendorong deeskalasi, mendorong menurunnya eskalasi konflik di kawasan itu," lanjutnya.
Prioritaskan Keselamatan WNI
Dalam situasi yang penuh ketegangan ini, prioritas utama pemerintah Indonesia adalah memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik. Juri menegaskan, langkah-langkah evakuasi telah dilakukan sesuai arahan langsung Presiden Prabowo.
"Jadi untuk keselamatan WNI, Pak Presiden sudah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi dan menyelamatkan jika ada hal-hal yang memang perlu dilakukan untuk mengevakuasi WNI yang di sana. Dan itu sudah berjalan," imbuh Juri.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia terhadap solusi damai di kancah internasional, serta menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi setiap warga negaranya di tengah konflik global.