Imigrasi Bali Imbau WNA Pantau Visa di Tengah Krisis Timur Tengah
Imigrasi Bali meminta warga negara asing (WNA) untuk aktif memantau status visa mereka di tengah ketegangan Timur Tengah yang memicu pembatalan penerbangan, demi menghindari overstay.
Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bali, mengimbau seluruh warga negara asing (WNA) untuk tetap menjalin komunikasi dengan otoritas imigrasi Indonesia. Imbauan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran izin tinggal atau overstay akibat penundaan penerbangan yang dipicu oleh eskalasi ketegangan di Timur Tengah.
Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Rai Bugie Kurniawan, menyatakan pada Minggu (1/3) bahwa pihaknya "memantau dengan cermat perkembangan global" setelah serangan Amerika Serikat dan Israel di Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Situasi ini berpotensi menyebabkan banyak WNA terjebak di Bali karena pembatalan penerbangan, sehingga berisiko melampaui batas waktu visa jika tidak dapat segera meninggalkan Indonesia.
Oleh karena itu, Kurniawan mendesak WNA yang izin tinggalnya akan habis atau sudah habis akibat gangguan penerbangan untuk segera melapor ke kantor imigrasi terdekat atau pusat layanan di Bandara Bali guna mendapatkan panduan. Pihak imigrasi memastikan akan mempertimbangkan kondisi force majeure akibat pembatalan penerbangan, namun tetap menjunjung tinggi hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia saat membantu para pelancong yang terdampak.
Dampak Krisis Timur Tengah pada Penerbangan Global
Ketegangan di Timur Tengah telah mencapai puncaknya dengan serangan yang dilancarkan oleh pasukan Amerika Serikat dan Israel terhadap sasaran di Iran, termasuk Teheran, pada Sabtu lalu. Serangan ini dilaporkan menyebabkan kerusakan dan korban sipil, serta menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, di kantornya. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan rudal balasan terhadap Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi konflik ini telah mendorong beberapa negara di Timur Tengah, seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, untuk menutup wilayah udaranya. Penutupan wilayah udara ini berdampak signifikan terhadap penerbangan internasional, termasuk rute menuju dan dari Bali.
Hingga pukul 01.00 waktu setempat pada 1 Maret, setidaknya lima penerbangan yang dijadwalkan dari Bandara Bali telah dibatalkan akibat gangguan ini. Kondisi ini menciptakan tantangan besar bagi para pelancong internasional yang transit melalui negara-negara Timur Tengah, yang diimbau untuk memeriksa status penerbangan mereka sebelum tiba di bandara.
Langkah Antisipasi Imigrasi Bali untuk WNA
Menyikapi potensi masalah overstay yang mungkin timbul dari pembatalan penerbangan, Kantor Imigrasi Ngurah Rai telah mengambil langkah proaktif. Rai Bugie Kurniawan menegaskan bahwa prioritas utama adalah memastikan prosedur keimigrasian bagi penumpang ditangani dengan baik dan efisien.
Imigrasi Bali mengimbau WNA yang terdampak untuk tidak ragu menghubungi pihak berwenang. Ini termasuk mereka yang visa atau izin tinggalnya akan segera kedaluwarsa atau sudah kedaluwarsa akibat gangguan penerbangan. Pelaporan segera akan membantu otoritas imigrasi memberikan solusi dan panduan yang tepat sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Untuk mencegah penumpukan penumpang yang disebabkan oleh gangguan penerbangan, Imigrasi Ngurah Rai telah menempatkan staf tambahan. Selain itu, koordinasi yang intensif juga dilakukan dengan otoritas bandara dan perwakilan maskapai penerbangan. Langkah-langkah ini diambil untuk meminimalkan dampak negatif terhadap WNA dan memastikan kelancaran proses keimigrasian di tengah situasi yang tidak menentu.
Sumber: AntaraNews