Heboh Sopir Ambulans Tersesat saat Bawa Jenazah dan ODGJ di Makassar, Begini Klarifikasi RSKD Dadi
Manajemen Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar angkat bicara soal viralnya video tersebut.
Sebuah video seorang sopir mobil ambulans yang membawa jenazah dan dua orang pasien orang dalam gangguan kejiwaan (ODGJ) tersesat saat mencari alamat viral di media sosial (medsos). Manajemen Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar angkat bicara.
Koordinator Hubungan Masyarakat RSKD Dadi Makassar, A'la Unas mengatakan, video yang viral diunggah oleh sopir ambulans bernama Entong. Sementara dua orang ODGJ merupakan pasien RSKD Dadi Makassar.
"Adapun mengenai video yang beredar, kami klarifikasi bahwa video tersebut diambil secara pribadi oleh sopir ambulance saudara Entong saat singgah mempersiapkan pemulasaran. Dan saat itu perawat sedang turun dari kendaraan," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (13/6).
A'la membantah narasi dalam unggahan jika ambulans tersesat mencari alamat jenazah akibat diantar oleh pasien ODGJ. A'la mengungkapkan jenazah yang ada di dalam mobil ambulans merupakan pasien RSKD Dadi Makassar inisial N.
"Jenazah dalam video tersebut adalah almarhum N, seorang pasien ODGJ terlantar yang dirawat dan meninggal di RSKD Dadi. Ambulance itu juga tidak tersesat atau kesasar akibat diantar oleh ODGJ," tegasnya.
A'la menyebut dua pasien ODGJ dalam video adalah S dan M. Kedua pasien tersebut berteman baik dengan jenazah.
"Almarhum N ini berteman baik dengan dua pasien ODGJ. Keduanya meminta untuk ikut dalam proses pemulasaran dan pengantaran jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir untuk sahabat mereka," kata dia.
Alasan RS Izinkan 2 Pasien ODGJ Ikut Pemulasaran
A'la menjelaskan ikutnya dua pasien ODGJ dalam pemulasaran karena kondisi keduanya sudah stabil. Apalagi, tim perawat juga memberikan izin agar kedua pasien turut mendampingi.
"Tentunya dengan pengawasan ketat dari tim medis dan perawat. Bahkan turut mendampingi saat pemulasaran Kepala Bidang Keprawatan RSKD Dadi saat itu," kata dia.
A'la mengaku majemen RSKD Dadi menyayangkan tindakan perekaman dan penyebaran konten dilakukan oleh sopir ambulance bernama Entong. Manajemen RSKD Dadi menilai tindakan dilakukan oleh Entong tanpa mempertimbangkan etika dan konteks kejadian menyeluruh.
"Saat ini manajemen telah menindaklanjuti hal tersebut secara internal dan melakukan evaluasi," ucapnya.
A'la menegaskan RSKD Dadi Makassar berkomitmen untuk selalu menjaga nilai-nilai kemanusiaan, profesionalisme, dan pelayanan terbaik kepada pasien. Termasuk proses pemulasaran dan penghormatan terakhir bagi yang telah meninggal.