Hanura Benarkan Ketua DPC OKU Sumsel Terjaring OTT KPK
Ketua DPD Partai Hanura Sumsel Ahmad Al Azhar membenarkan salah satu yang tertangkap adalah FH yang merupakan Ketua DPC Hanura OKU.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Delapan orang diamankan termasuk sejumlah uang sebagai barang bukti.
Dari delapan orang yang dimaksud, tiga di antaranya anggota DPRD OKU inisial FA, FI, dan UH, serta seorang kepala dinas inisial U. Sementara empat orang lain belum terkonfirmasi.
Ketua DPD Partai Hanura Sumsel Ahmad Al Azhar membenarkan salah satu yang tertangkap adalah FH yang merupakan Ketua DPC Hanura OKU. FH tercatat sebagai anggota DPRD setempat periode 2024-2029.
"Kita monitor dari informasi Sekretaris DPC, memang benar (FH), tetapi kita belum tahu secara pasti soal apa," ungkap Ketua DPD Partai Hanura Sumsel Ahmad Al Azhar, Sabtu (15/3).
Azhar menyebut pihaknya mendukung operasi KPK dalam pemberantasan korupsi tetapi harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Azhar mengaku masih menunggu keterangan resmi dari KPK terkait OTT yang dikabarkan ikut melibatkan kadernya.
"Kita mendukung penegakan hukum. Namun untuk saat ini kita belum bisa berkomentar panjang lebar, mengingat belum juga ada rilis resmi dari KPK," kata Azhar.
Penjelasan KPK soal OTT di Sumsel
Diberitakan sebelumnya, OTT dilakukan KPK di Ogan Komering Ulu (OKU), Sabtu (15/3). Dikabarkan, dari orang yang ditangkap di antaranya kepala dinas, swasta, dan anggota DPRD OKU. Belum diketahui identitas yang terjaring KPK.
"Benar, KPK telah mengamankan delapan orang dari OTT yang dilakukan di Kabupaten OKU," ungkap Jubir KPK Tessa Mahardhika.
Tessa menyebut saat ini ke delapan orang tersebut tengah dalam perjalanan dari Baturaja, OKU, menuju Palembang untuk dibawa ke Jakarta. Mereka akan menjalani pemeriksaan ke gedung KPK.
"Nanti untuk jelasnya akan disampaikan saat konprensi pers resmi terkait kegiatan tersebut," kata Tessa.
Tessa melanjutkan, penyidik masih bekerja mengumpulkan sejumlah barang bukti terkait operasi yang dilakukan di OKU. Pihaknya akan segera mengumumkan hasil dari pemeriksaan tersebut.
"Untuk apa saja yang diamankan KPK selain ke delapan orang tersebut hingga saat ini belum terinformasikan," kata Tessa.
"Ada sejumlah uang yang turut diamankan, namun untuk jumlahnya belum diketahui," tutup Tessa.