Hadiri Rapimnas Dekopin, Puan Harap RUU Inisiatif DPR Perkuat Peran Koperasi Nasional
Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Jakarta, Senin (26/5/2025)
Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) di Jakarta, Senin (26/5/2025). Pada kesempatan itu, Puan menyampaikan harapannya agar Revisi UU Koperasi yang saat ini tengah siapkan DPR memberi penguatan bagi dunia perkoperasian nasional.
RUU inisiatif DPR ini akan menggantikan UU Nomor 25 Tahun 1992 yang sudah berlaku selama 33 tahun. Puan pun menegaskan pentingnya keterlibatan publik dalam proses penyusunan RUU tersebut, termasuk partisipasi Dekopin sebagai wadah gerakan koperasi nasional.
“UU yang baru nantinya diharapkan dapat memberikan pengaturan yang semakin mendorong bertumbuh dan berkembangnya koperasi. Pembahasan RUU tersebut akan segera dilakukan bersama Pemerintah,” ujar Puan.
Ia pun menyinggung Pasal 33 UUD 1945 yang mengamanatkan bahwa ‘Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan’. Ia menilai koperasi tumbuh dari gagasan bahwa dalam memperbaiki nasib ekonomi harus usaha bersama.
“Maka kita harus melakukannya dengan usaha bersama, dalam satu wadah kerja bersama. Semua mengambil bagian dan tanggung jawab. Konstitusi kita (Pasal 33), sangat selaras dengan prinsip Koperasi. Anggota koperasi adalah pemilik koperasi," ungkapnya.
Meski jumlah koperasi di Indonesia sangat banyak, lebih dari 130.000 unit, kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hanya sekitar 1 persen. “Angka ini menunjukkan pada kita bahwa Koperasi belum menjadi soko guru perekonomian nasional,” kata Puan.
Untuk itu, Puan berharap Dekopin dapat memperkuat literasi koperasi, menjalin kemitraan usaha, sehingga memiliki skala ekonomi yang berkelanjutan. Puan juga menekankan perlunya kepemimpinan yang profesional di tubuh koperasi.
“Bagaimana koperasi dapat menjadi satu bagian dalam bisnis proses suatu industri atau malah menjadi penopang utama industri, baik industri makanan, industri pakaian, industri pariwisata, dan sebagainya,” jelasnya.
Puan pun mengutip Bung Hatta dan Bung Karno dalam menegaskan pentingnya koperasi bagi ekonomi nasional. “Mohammad Hatta, yang dikenal sebagai Bapak Koperasi Indonesia, mengatakan, ‘Kita tidak bisa membangun ekonomi nasional yang kuat tanpa membangun ekonomi rakyat dan ekonomi rakyat hanya bisa kuat dengan koperasi’,” tutur Puan.
“Soekarno, mengatakan ‘Rakyat tidak boleh menjadi jongos dalam perekonomian. Maka koperasi harus dijadikan alat emansipasi ekonomi rakyat’,” sambungnya.