Gubernur Pramono Serahkan Kunci 26 Rumah Hasil Bedah, Harga per Unit Rp55 Juta
Program perbaikan rumah tersebut memiliki anggaran sekitar Rp50 juta hingga Rp55 juta untuk setiap unit rumah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menyerahkan 26 unit rumah hasil program bedah rumah yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas (Bazis) dan sejumlah mitra.
Ia menambahkan, penyerahan kali ini mencakup 26 rumah yang tersebar di sejumlah wilayah Jakarta. Secara simbolis, penyerahan rumah hasil bedah dilakukan Pramono di Jalan Serdang Baru I Gg III Nomor 31, RT 007 RW 005, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (16/3).
"Hari ini secara resmi akan ada penyerahan 26 rumah yang terdiri dari Jakarta Pusat 10 rumah, Jakarta Barat 2 unit, Jakarta Selatan 11 unit, Jakarta Utara 1 unit, dan Jakarta Barat 2 unit," ujarnya.
Pramono menjelaskan, program perbaikan rumah tersebut memiliki anggaran sekitar Rp50 juta hingga Rp55 juta untuk setiap unit rumah. Proses renovasi juga ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
"Anggaran yang dibutuhkan antara Rp50 sampai dengan Rp55 juta, dan terselesaikan selama tiga minggu," kata dia.
Selama proses renovasi berlangsung, penghuni rumah untuk sementara juga difasilitasi tempat tinggal sementara.
"Tadi saya kebetulan berdialog secara langsung dengan Ibu Atun, yang pemilik rumah ini. Selama tiga minggu diberikan tempat untuk ngekos, dan dalam tiga minggu selesai," ujar Pramono.
Program bedah rumah tersebut diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan, seperti salah satu penerima manfaat bernama Ibu Atun (72) yang tinggal di hunian dengan total empat orang anggota keluarga tersebut.
Pramono menyebut, untuk 2026 Pemprov DKI Jakarta menargetkan sekitar 600 rumah dapat diperbaiki melalui program tersebut.
Jangkau Semua Agama
Di samping itu, Pramono meminta agar program bedah rumah tersebut ke depannya bisa menjangkau seluruh masyarakat dari semua agama. Ia menekankan agar bantuan perbaikan rumah yang dikelola bersama Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas (Bazis) DKI tersebut diberikan secara inklusif kepada warga kurang mampu yang membutuhkan.
"Tadi saya meminta kepada penyelenggara, terutama Baznas (Bazis) untuk berkolaborasi dengan BUMD dan BUMN untuk semua agama diberikan kesempatan mendapatkan program bedah rumah ini," kata Pramono.
Menurut Pramono, program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Baznas Bazis, BUMD, BUMN, serta pihak swasta. Selain itu, sejumlah perusahaan yang terlibat dalam program ini antara lain PAM Jaya dan Dharma Jaya dari BUMD, serta Pertamina dan Pegadaian dari BUMN, selain juga dukungan dari pihak swasta.
Perluas Jangkauan Program Bedah Rumah
Pramono berharap kolaborasi berbagai pihak tersebut dapat memperluas jangkauan program bedah rumah sehingga semakin banyak warga yang terbantu.
"Mudah-mudahan program yang diadakan oleh Balai Kota bersama dengan Baznas Bazis, BUMD, BUMN, dan juga pihak swasta ini berjalan dengan baik," kata dia.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi dalam pemanfaatan dana yang dihimpun Baznas (Bazis). Oleh karenanya, ia mendorong agar program bedah rumah diperluas agar dana yang terkumpul benar-benar dimanfaatkan untuk masyarakat yang membutuhkan.
"Supaya dana yang terkumpul di Baznas (Bazis) betul-betul termanfaatkan untuk masyarakat atau rakyat yang kurang beruntung," kata Pramono.
Silakan Lapor
Sementara itu, Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta Akhmad Abu Bakar menyatakan bagi masyarakat yang ingin rumahnya dibedah, maka warga yang membutuhkan dapat mengajukan ke RT/RW setempat.
"Silakan melapor kepada RT/RW, kemudian sampai ke Kelurahan. Nah nanti Lurah akan melaporkan melalui Kepala Pelaksana wilayah kota masing-masing. Syaratnya ada tentu yang kurang mampu," ucap dia.