Ganda Campuran Indonesia Gagal Pertahankan Emas di SEA Games 2025
Ganda Campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, harus puas dengan medali perunggu SEA Games 2025 setelah kalah di semifinal, gagal mempertahankan emas.
Tim bulu tangkis Indonesia dari sektor ganda campuran harus menelan pil pahit di ajang SEA Games 2025. Mereka gagal mempertahankan perolehan medali emas yang sebelumnya berhasil diraih pada edisi SEA Games sebelumnya. Hasil ini mengecewakan banyak pihak yang berharap dominasi Indonesia berlanjut.
Kepastian tersebut didapatkan setelah pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu takluk di babak semifinal. Mereka menghadapi ganda tuan rumah Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran. Pertandingan sengit ini berlangsung di Thammasat University Rangsit Campus, Bangkok.
Dalam laga yang digelar pada Sabtu, 13 Desember, Jafar/Felisha menyerah dua gim langsung dengan skor 17-21, 15-21. Kekalahan ini membuat pasangan ganda campuran Indonesia tersebut harus puas membawa pulang medali perunggu. Ini menjadi medali perunggu ketiga bagi tim bulu tangkis Indonesia pada hari itu.
Analisis Kekalahan dan Pembelajaran Berharga
Jafar Hidayatullah mengakui ketangguhan lawan yang mereka hadapi dari Thailand. Pasangan Dechapol/Supissara tampil begitu solid sepanjang pertandingan semifinal. Jafar merasa banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kekalahan ini.
"Kami mendapat pelajaran yang bagus di SEA Games kali ini terutama di partai tadi," kata Jafar, dikutip dari PBSI. Ia menambahkan bahwa pengalaman ini sangat penting. Hal itu menjadi bekal menuju World Tour Finals yang akan digelar pekan depan.
Jafar juga menyoroti level kompetisi yang tinggi. Ia menyebut lawan-lawan di World Tour Finals juga tidak akan mudah. "Lawannya juga mirip-mirip tidak ada yang mudah. Semua sudah yang terbaik di sana," ujarnya. Ini menunjukkan kesadaran akan tantangan yang menanti.
Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu turut memberikan pandangannya terkait performa mereka. Ia merasa bahwa permainan mereka sebenarnya bisa jauh lebih baik. Namun, kesalahan-kesalahan sendiri justru menjadi bumerang.
Evaluasi Performa dan Fokus Persiapan World Tour Finals
Felisha menjelaskan bahwa banyak poin yang hilang akibat kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. "Secara permainan sebenarnya masih bisa lebih baik hanya kesalahan-kesalahan sendiri yang dibuat menjadikan kami banyak hilang poin," ungkap Felisha. Hal ini menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan.
Jafar Hidayatullah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak. Hasil yang kurang memuaskan ini tentu mengecewakan. Terutama karena mereka gagal mempertahankan medali emas yang sebelumnya diraih sektor ganda campuran Indonesia.
"Senang bisa ikut SEA Games pertama kali walau secara hasil kurang puas. Dua tahun lalu ganda campuran bisa emas tapi tahun ini kami tidak bisa mengulanginya," ujar Jafar. Pernyataan ini mencerminkan rasa bangga sekaligus kekecewaan atas hasil yang diraih.
Meskipun demikian, ajang SEA Games ini juga menjadi persiapan penting. Felisha mengungkapkan bahwa turnamen ini adalah pemanasan menuju World Tour Finals 2025. Kompetisi bergengsi tersebut akan berlangsung di penghujung Desember.
"Dengan waktu tersisa, untuk menambah power kan pasti tidak bisa jadi kami akan fokus improve set play-nya untuk World Tour Finals nanti," kata Felisha. Ini menunjukkan strategi mereka untuk meningkatkan kualitas permainan. Mereka akan fokus pada aspek teknis dan taktik.
Sumber: AntaraNews