Ganda putra kebanggaan Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, harus menghentikan langkah mereka di babak semifinal. Mereka takluk dua gim langsung dari pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada Sabtu kemarin. Kekalahan ini membuat Indonesia harus puas dengan perolehan medali perunggu dari sektor ganda putra di ajang bergengsi ini.
Pertandingan sengit tersebut berlangsung di Thammasat University Rangsit Campus, Bangkok, sebagai bagian dari ajang SEA Games 2025. Leo/Bagas harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 10-21 dan 12-21. Hasil ini menambah perolehan medali bagi kontingen Merah Putih dalam pesta olahraga Asia Tenggara tersebut.
Meski gagal melaju ke final, kontribusi Leo Bagas SEA Games tetap patut diapresiasi. Mereka telah berjuang keras menghadapi ganda unggulan nomor satu di turnamen ini. Pertandingan ini menjadi pengalaman berharga bagi kedua atlet untuk evaluasi ke depan dan persiapan menghadapi turnamen selanjutnya.
Advertisement
Advertisement
Analisis Kekalahan dan Kendala di Lapangan
Leo Rolly Carnando mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama adalah skema bertahan yang sulit menghadapi servis lawan. "Saya evaluasi diri sendiri tadi dari awal sudah tertekan dari servis mereka tiba-tiba langsung jauh poinnya," ungkap Leo, menyoroti tekanan awal yang mereka alami. Kondisi ini membuat poin lawan cepat bertambah dan mempengaruhi mental bermain mereka.
Ia menambahkan, "Dari sana kami mungkin agak goyang. Jadi dari awalnya tertekan dulu sih, harusnya saya mempercepat tempo depannya tapi tidak bisa." Pernyataan Leo ini menunjukkan bahwa mereka kesulitan untuk keluar dari tekanan dan mengembangkan permainan agresif yang menjadi ciri khas mereka. Tekanan dari ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, memang sangat terasa.
Senada dengan Leo, Bagas Maulana juga merasakan hal yang sama. Menurutnya, mereka belum bisa mendapatkan tempo dan ritme permainan yang baik. "Secara permainan kurang lebih sama cuma kami masih belum bisa mendapatkan ritme yang baik. Gim pertama ketinggalan gara-gara kecolongan dari startnya," kata Bagas. Kehilangan ritme sejak awal gim menjadi faktor krusial dalam kekalahan Leo Bagas SEA Games kali ini.
Advertisement
Advertisement
Kontribusi Medali dan Evaluasi Tim Bulu Tangkis
Dengan hasil ini, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana secara resmi menyumbangkan medali perunggu untuk tim Merah Putih. Pencapaian ini merupakan hasil dari perjuangan keras mereka hingga babak semifinal. Medali perunggu ini menjadi bukti dedikasi dan kerja keras para atlet bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.
Pada hari yang sama, cabang bulu tangkis Indonesia juga mendulang perunggu dari sektor ganda putri. Pasangan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga harus kandas di babak semifinal. Mereka takluk di tangan ganda Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan, menambah daftar perunggu untuk kontingen Indonesia.
Total dua medali perunggu dari sektor ganda putra dan ganda putri ini menunjukkan potensi besar bulu tangkis Indonesia. Meskipun belum mencapai emas, perolehan medali ini menjadi motivasi untuk terus berbenah. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan untuk meningkatkan performa atlet di turnamen-turnamen mendatang, termasuk persiapan untuk SEA Games selanjutnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews