Banjir yang merendam sejumlah wilayah Jakarta, sejak Selasa (28/1/2025) malam, belum sepenuhnya surut.
Sebagaimana yang terlihat di kawasan Jalan Kamal Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (30/1) siang, banjir tampak masih menggenangi jalanan tersebut. Bahkan, ketinggian banjir mencapai 50 cm pada beberapa titik.
Banjir yang tak kunjung surut ini memicu kemacetan panjang. Beberapa pengendara terpaksa harus memelankan laju kendaraannya saat menerobos banjir tersebut.
Sementara, tak sedikit pula sepeda motor warga yang mogok lantaran nekat menerjang banjir.
Banjir Kali Sekretaris di Jakarta Barat masih merendam hingga Jumat sore, membuat akses kendaraan terhambat dan warga setempat mengungkapkan penyebab langganan banjir di wilayah tersebut.
Kawasan Daan Mogot Jakarta Barat masih terendam banjir hingga Jumat siang, menyebabkan kemacetan lalu lintas dan menghambat aktivitas warga. Ketinggian air bervariasi, dengan beberapa titik bahkan lebih parah dari sebelumnya, membuat pembaca penasaran aka
Hujan deras menyebabkan banjir setinggi 20 cm di kawasan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, hingga dini hari Jumat, dengan Satlantas Polres Bekasi Kota bersiaga penuh membantu pengendara yang melintas.
Banjir Jakarta dengan ketinggian air mencapai 10-20 sentimeter di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah dan keluhan dari para pengendara pada Kamis malam.
Salah satu operator gerobak bernama Agus mengaku puluhan kendaraan dan pejalan kaki telah memanfaatkan jasanya sejak beroperasi mulai pukul 07.00 - 10.30 WIB.
Petugas polisi, Dishub atau Sudin Sumber Daya Air juga terlihat ikut membantu pengendara yang terjebak di tengah genangan banjir, sekaligus memecah kemacetan.
Banjir Jakarta kembali melanda, merendam 12 RT di Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, setelah hujan deras. BPBD DKI Jakarta mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi genangan.
Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan mengimbau masyarakat untuk membatasi penggunaan air tanah Jakarta guna mencegah penurunan muka tanah yang terus terjadi, serta mendorong pemanfaatan air perpipaan sebagai solusi berkelanjutan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia, mengingat ancaman bencana hidrometeorologi.
Pemkot Bogor membenahi saluran air di titik rawan banjir. Ini adalah langkah mitigasi menghadapi cuaca ekstrem, demi kenyamanan warga dan meminimalkan dampak banjir lintasan.
Pemerintah Kabupaten Sigi bergerak cepat melakukan normalisasi sungai di Desa Mataue demi menjamin keamanan warga dari ancaman banjir bandang yang kerap melanda.