Banjir Bekasi Rendam Rawalumbu, Satlantas Polres Bekasi Kota Siaga Dini Hari

Hujan deras menyebabkan banjir setinggi 20 cm di kawasan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, hingga dini hari Jumat, dengan Satlantas Polres Bekasi Kota bersiaga penuh membantu pengendara yang melintas.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Banjir Bekasi Rendam Rawalumbu, Satlantas Polres Bekasi Kota Siaga Dini Hari
Hujan deras menyebabkan banjir setinggi 20 cm di kawasan Pengasinan, Rawalumbu, Kota Bekasi, hingga dini hari Jumat, dengan Satlantas Polres Bekasi Kota bersiaga penuh membantu pengendara yang melintas. (AntaraNews)

Kawasan Pengasinan Bojong Menteng, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, masih terendam banjir hingga Jumat dini hari, pukul 02.00 WIB. Genangan air ini menjadi perhatian serius bagi warga dan pengendara yang melintasi area tersebut. Kondisi ini terjadi setelah Kota Bekasi diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak Kamis (22/1) siang, menyebabkan beberapa titik jalan tidak dapat dilewati dengan mudah.

Tinggi genangan air di lokasi diperkirakan mencapai 20 centimeter atau setara dengan mata kaki orang dewasa, sehingga cukup menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk melintas. Situasi ini menghambat aktivitas masyarakat yang harus beraktivitas pada jam-jam tersebut. Pihak berwenang segera bertindak untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi kondisi tersebut, jajaran Satlantas Polres Bekasi Kota terlihat masih bertugas di lapangan. Mereka sigap membantu para pengendara motor dan mobil yang kesulitan melintasi genangan banjir. Kehadiran petugas ini sangat membantu dalam mengurai kemacetan dan memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar meskipun dalam kondisi yang menantang.

Genangan banjir di kawasan Pengasinan Bojong Menteng masih bertahan hingga Jumat dini hari, menunjukkan dampak signifikan dari curah hujan ekstrem yang melanda Kota Bekasi. Ketinggian air yang mencapai 20 centimeter ini cukup untuk membuat mesin kendaraan roda dua mati dan menimbulkan risiko bagi pengguna jalan. Warga diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintasi area tersebut atau mencari jalur alternatif jika memungkinkan.

Curah hujan yang sangat tinggi sejak Kamis siang menjadi pemicu utama terjadinya genangan air di berbagai wilayah, termasuk Rawalumbu. Meskipun intensitas hujan di Jakarta dan Bekasi dilaporkan rendah pada malam hari, dampak dari hujan sebelumnya masih terasa. Drainase yang mungkin tidak mampu menampung volume air hujan yang besar juga menjadi faktor penyebab lambatnya surutnya genangan.

Selain di Kota Bekasi, beberapa wilayah di Jakarta juga dilaporkan mengalami hujan dengan intensitas rendah hingga malam hari. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan menyebar di beberapa area Jabodetabek. Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca terbaru dari badan meteorologi setempat untuk mengantisipasi potensi genangan atau banjir susulan.

Melihat kondisi jalan yang tergenang, Satlantas Polres Bekasi Kota langsung mengambil tindakan cepat dengan menempatkan personelnya di lokasi. Petugas kepolisian ini bekerja tanpa henti sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. Mereka membantu mendorong kendaraan yang mogok dan mengarahkan lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di titik banjir.

Kehadiran jajaran Satlantas Polres Bekasi Kota di tengah genangan banjir ini terekam dalam unggahan foto di akun X @TMCPoldaMetro. Foto tersebut menunjukkan dedikasi petugas yang tetap siaga meskipun dalam kondisi tidak ideal. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk selalu hadir dan melayani masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam.

Pihak kepolisian memastikan bahwa mereka akan terus bertugas di lokasi genangan hingga situasi benar-benar normal. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kelancaran mobilitas pengguna jalan di kawasan Pengasinan. Koordinasi dengan pihak terkait lainnya juga terus dilakukan untuk mempercepat penanganan banjir dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi