Fakta Unik: Kapolresta Kupang Kota Hanya 3 Menit Temui Peserta Unjuk Rasa Mahasiswa Kupang, Apa yang Terjadi?
Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol Djoko Lestari menemui peserta Unjuk Rasa Mahasiswa Kupang yang mengkritisi kematian Affan Kurniawan dan isu Papua. Simak detail pertemuan singkat ini!
Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol Djoko Lestari, pada Sabtu malam menemui sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Kupang di depan gerbang masuk Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Pertemuan singkat ini berlangsung di tengah tuntutan kritis mahasiswa terhadap berbagai isu krusial yang mereka suarakan.
Aksi demonstrasi ini dilakukan oleh sekelompok mahasiswa yang mengenakan baju berwarna hitam, menarik perhatian publik dan aparat kepolisian setempat. Jalan di sekitar lokasi unjuk rasa terpaksa ditutup sementara untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama berlangsungnya kegiatan tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Djoko Lestari meminta para pengunjuk rasa untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban umum. Meskipun pertemuan hanya berlangsung sekitar dua hingga tiga menit, kehadiran Kapolresta diharapkan dapat meredakan tensi aksi.
Tuntutan Kritis dalam Unjuk Rasa Mahasiswa Kupang
Para peserta Unjuk Rasa Mahasiswa Kupang menyuarakan kritik tajam terhadap tindakan represif yang mereka klaim menyebabkan kematian Affan Kurniawan. Mereka menuntut pertanggungjawaban penuh atas insiden tersebut, menyebutnya sebagai tindakan yang tidak berperikemanusiaan.
Selain isu kematian Affan Kurniawan, mahasiswa juga mengkritisi dugaan intimidasi kepolisian terkait isu Papua. Tuntutan ini menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi di wilayah tersebut.
Tidak hanya itu, massa aksi juga menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan anggaran yang dianggap lebih menguntungkan anggota DPR. Kritik ini mencerminkan keresahan mahasiswa terhadap alokasi dana publik yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
Dalam aksi ini, para pengunjuk rasa tidak hanya berorasi di depan Polda NTT, tetapi juga melakukan pembakaran ban dan menyalakan lilin. Tindakan simbolis ini menjadi bentuk ekspresi kekecewaan dan desakan mereka agar tuntutan segera ditanggapi oleh pihak berwenang.
Aksi Tertib dan Respons Kepolisian di Kupang
Meskipun diwarnai dengan orasi dan aksi simbolis, Unjuk Rasa Mahasiswa Kupang yang berlangsung di ibu kota Provinsi NTT ini dilaporkan berjalan tertib dan damai. Aksi tersebut hanya berlangsung selama kurang lebih dua jam, menunjukkan koordinasi yang baik antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan.
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra, mengonfirmasi bahwa pelaksanaan unjuk rasa berlangsung secara kondusif. "Demo mahasiswa tertib dan situasi kondusif," ujarnya, menandakan tidak adanya insiden berarti selama kegiatan berlangsung.
Penutupan lajur jalan di sekitar lokasi unjuk rasa merupakan langkah antisipatif yang diambil oleh aparat kepolisian. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan mencegah potensi gangguan keamanan selama mahasiswa menyampaikan aspirasinya.
Kehadiran Kapolresta Kupang Kota secara langsung di lokasi unjuk rasa, meskipun singkat, menunjukkan upaya kepolisian untuk membangun komunikasi. Pendekatan ini penting untuk menjaga hubungan baik antara aparat dan masyarakat, khususnya dalam menghadapi aksi demonstrasi.
Sumber: AntaraNews