Fakta Menarik: Lebih dari Separuh Desa di Jember Punya Destana, BPBD Jember Perkuat Peran Destana Jelang Musim Hujan
BPBD Jember memperkuat peran Destana di desa/kelurahan untuk siaga bencana jelang musim hujan. Meskipun lebih dari 50% Destana terbentuk, banyak yang vakum. Apa langkah selanjutnya untuk Destana Jember?
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Jawa Timur, secara aktif memperkuat peran Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) di wilayahnya. Langkah ini diambil guna mewujudkan masyarakat yang lebih siaga menghadapi potensi bencana menjelang datangnya musim hujan di Kabupaten Jember.
Sekretaris BPBD Jember, Yahya Iskandar, menyampaikan urgensi penguatan ini saat sosialisasi Destana di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, pada Senin (29/9). Penguatan ini menjadi krusial mengingat masih banyak Destana yang belum aktif secara optimal.
Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap desa dan kelurahan memiliki kapasitas mandiri dalam mitigasi dan penanganan bencana. Dengan demikian, masyarakat diharapkan mampu memberikan respons cepat dan efektif saat situasi darurat terjadi.
Kondisi Destana di Jember: Antara Pembentukan dan Keaktifan
Meskipun upaya pembentukan Destana telah berjalan, BPBD Jember menghadapi tantangan terkait keaktifan unit-unit tersebut. "Saat ini jumlah Destana yang sudah dibentuk lebih dari 50 persen dari 248 desa/kelurahan di Jember, namun yang aktif masih sedikit, sehingga perlu dilakukan penguatan kembali perannya," kata Yahya Iskandar.
Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara jumlah Destana yang telah dibentuk dengan tingkat partisipasi aktif di lapangan. Banyak Destana yang setelah dibentuk justru mengalami mati suri atau vakum, tanpa menjalankan kegiatan pencegahan maupun penanganan bencana.
Vakumnya Destana ini sangat disayangkan karena mengurangi efektivitas program kesiapsiagaan bencana. Padahal, peran Destana sangat vital dalam membangun ketahanan masyarakat lokal terhadap berbagai ancaman bencana yang mungkin terjadi sewaktu-waktu.
Membangun Masyarakat Mandiri dan Siaga Bencana melalui Destana
Untuk mengatasi masalah tersebut, BPBD Jember mendorong pembentukan kepengurusan Destana yang baru dan lebih aktif, seperti yang ditekankan di Kelurahan Bintoro. "Untuk itu saya minta segera dibentuk kepengurusan Destana Bintoro yang baru agar perannya bisa melakukan proses mitigasi, pencegahan, penanganan, dan setelah bencana yang terjadi sewaktu-waktu di Kelurahan Bintoro," tuturnya.
Dengan penguatan ini, warga Bintoro dan masyarakat Jember pada umumnya diharapkan dapat menjadi lebih mandiri dan siap siaga. Kemampuan respons cepat saat terjadi bencana menjadi kunci untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan.
Penguatan peran Destana ini juga diharapkan dapat mengurangi risiko terjadinya bencana secara signifikan. Masyarakat tidak hanya diharapkan siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu mengambil langkah penyelamatan sejak dini.
Komitmen BPBD Jember untuk Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat
BPBD Jember berkomitmen penuh untuk terus memperluas program Destana ke desa dan kelurahan lainnya di Kabupaten Jember. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan berdaya.
"BPBD Jember berkomitmen untuk terus memperluas program Destana itu ke kelurahan dan desa lainnya di Kabupaten Jember agar sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam menciptakan masyarakat yang tangguh, terlatih, dan berdaya untuk menghadapi segala bentuk ancaman bencana, sehingga risiko kerugian jiwa maupun material dapat diminimalisasi," katanya.
Tujuan utamanya adalah agar seluruh desa, terutama yang memiliki tingkat kerawanan tinggi, dapat memiliki Destana yang lengkap dengan relawan terlatih serta sarana pendukung yang memadai. Dengan demikian, mitigasi bencana dapat berjalan secara efektif berbasis masyarakat dan memberikan perlindungan langsung bagi warga.
Sumber: AntaraNews