BPBD Kotim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Melalui Program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) meluncurkan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) untuk mempercepat respons dan mitigasi bencana di wilayah Kotim yang luas, tingkatkan kemandirian masyarakat. Program ini diranca

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BPBD Kotim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Melalui Program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur (Kotim) meluncurkan program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) untuk mempercepat respons dan mitigasi bencana di wilayah Kotim yang luas, tingkatkan kemandirian masyarakat. Program ini diranca (AntaraNews)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengumumkan penguatan kesiapsiagaan bencana melalui program inovatif yang disebut Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitigasi, respons, dan kesiapsiagaan di tingkat kecamatan, mengingat luasnya wilayah Kotim yang sering menghadapi tantangan bencana alam.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan bahwa Kencana akan menjadi bagian dari akselerasi dan perpanjangan tangan dalam penanggulangan bencana di basis kecamatan. Inisiatif ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian masyarakat serta mempercepat kehadiran pemerintah saat situasi darurat, dengan mengoptimalkan peran camat dan seluruh pemangku kepentingan setempat.

Program Kencana akan mulai diperkenalkan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan yang dijadwalkan pada Januari 2026 mendatang. Meskipun diakui ada sedikit keterlambatan dalam pelaksanaannya, BPBD Kotim optimis program ini akan efektif setelah sebelumnya sukses dengan program Desa Tangguh Bencana (Destana).

Salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam penanganan bencana di Kabupaten Kotawaringin Timur adalah luasnya wilayah geografis, yang seringkali menyebabkan tim BPBD membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai lokasi kejadian. Kondisi ini menuntut adanya strategi yang lebih terdesentralisasi untuk memastikan respons cepat dan efektif.

Program Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) hadir sebagai solusi untuk mengatasi kendala tersebut, dengan menekankan peran aktif kecamatan dalam persiapan dan penanganan situasi bencana. Kecamatan akan dibekali pengetahuan tambahan dari BPBD, memungkinkan mereka untuk menghimpun data, serta menilai kerugian dan kerusakan secara mandiri sebelum tim BPBD tiba di lokasi.

Dengan demikian, kecamatan dapat bekerja secara sinergis dengan BPBD, memastikan penanganan kebencanaan yang lebih terkoordinasi dan efisien. Kemampuan ini sangat krusial, misalnya, saat terjadi banjir, di mana data awal yang akurat dapat mempercepat proses bantuan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak.

BPBD Kotim mengakui bahwa pelaksanaan program Kencana di wilayahnya agak terlambat, namun hal ini didasari oleh pengalaman sukses dari program Desa Tangguh Bencana (Destana) yang telah berjalan sebelumnya. Pengalaman dari Destana akan dirangkum dan diadaptasi untuk membentuk Kencana yang lebih aktif dan komprehensif di tingkat kecamatan.

Pengaktifan Kencana di level kecamatan juga diharapkan akan mendorong pertumbuhan program Destana di desa-desa secara lebih masif dan terkoordinasi. Hal ini menciptakan ekosistem kesiapsiagaan bencana yang terintegrasi dari tingkat desa hingga kecamatan, memperkuat ketahanan wilayah secara keseluruhan.

Sebagai penunjang teknis, BPBD Kotim akan mendistribusikan peta tematik yang disesuaikan dengan karakteristik kerawanan masing-masing wilayah di Kotim. Wilayah selatan akan fokus pada ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), wilayah utara pada ancaman banjir, sementara wilayah tengah akan memiliki fokus ganda pada ancaman banjir dan karhutla.

Untuk tahap awal, BPBD Kotim akan mendorong beberapa kecamatan sebagai proyek percontohan atau pilot project. Pendekatan bertahap ini memungkinkan evaluasi dan penyempurnaan program sebelum diterapkan secara lebih luas di seluruh wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi