Duel Sengit Tanpa Gol! PSIM Imbang PSM 0-0, Bawa Pulang Satu Poin dari Markas Juku Eja
PSIM Yogyakarta berhasil menahan imbang PSM Makassar 0-0 dalam laga BRI Super League 2025/2026. Hasil PSIM Imbang PSM ini membawa Laskar Mataram naik ke posisi kedua klasemen sementara.
PSIM Yogyakarta sukses membawa pulang satu poin berharga dari lawatan mereka ke markas PSM Makassar. Pertandingan sengit dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 tersebut berakhir dengan skor kacamata 0-0. Laga ini digelar di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, pada hari Sabtu, 27 September.
Hasil imbang tanpa gol tersebut memiliki dampak signifikan pada posisi kedua tim di klasemen sementara. PSIM Yogyakarta kini menempati posisi kedua dengan koleksi 12 poin dari tujuh pertandingan yang telah mereka jalani. Sementara itu, PSM Makassar masih tertahan di posisi ke-14 dengan tujuh poin dari enam pertandingan.
Pertandingan ini menyajikan jual beli serangan dari kedua kesebelasan, meskipun tidak ada gol yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan. Ketangguhan lini belakang dan penampilan gemilang para penjaga gawang menjadi kunci hasil imbang ini. Kedua tim menunjukkan determinasi tinggi untuk meraih kemenangan di kandang lawan maupun mempertahankan markas.
Dominasi PSM di Babak Pertama
Sejak awal pertandingan, tuan rumah PSM Makassar langsung tampil menekan pertahanan PSIM Yogyakarta. Juku Eja berulang kali menciptakan peluang berbahaya yang mengancam gawang Laskar Mataram. Salah satu peluang emas tercipta pada menit ke-24 melalui tendangan bebas keras Alex Tanque.
Sepakan Alex Tanque yang mengarah ke pojok kanan atas gawang berhasil ditepis dengan sigap oleh kiper PSIM, Cahya Supriadi. Sebelumnya, PSM juga mendapatkan kesempatan melalui sepakan Jacques Medina pada menit kelima, namun bola kembali dimentahkan oleh Cahya Supriadi yang tampil impresif.
PSIM Yogyakarta tidak tinggal diam dan mencoba membalas melalui serangan balik cepat. Tembakan dari Anton Fase dan Ze Valente sempat mengancam gawang PSM, tetapi masih bisa diamankan dengan baik oleh kiper Hilman Syah. Pertahanan kedua tim terlihat solid di awal pertandingan ini.
PSM terus berupaya membuka keunggulan melalui serangkaian serangan yang dibangun oleh Victor Dethan, Victor Luiz, hingga Savio Roberto. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat mereka belum mampu menembus rapatnya pertahanan PSIM. Hingga turun minum, skor imbang 0-0 tetap bertahan, menandai babak pertama yang penuh tensi.
Pertahanan Rapat PSIM di Babak Kedua
Memasuki babak kedua, PSM Makassar terus berupaya meningkatkan intensitas serangan untuk memecah kebuntuan. Meskipun demikian, mereka kesulitan menembus rapatnya pertahanan PSIM Yogyakarta yang tampil disiplin. Laskar Mataram menunjukkan kekompakan dalam menjaga area pertahanan mereka.
PSIM perlahan-lahan mampu menguasai bola lebih banyak dibanding tuan rumah PSM, mencoba membangun serangan dari lini tengah. PSM sendiri lebih mengandalkan permainan rapat di lini belakang untuk menahan gempuran tamunya. Kedua tim menampilkan strategi yang berbeda untuk mencapai tujuan mereka.
Juku Eja bukan tanpa peluang di babak kedua ini; Jacques Medina sempat melepaskan tembakan yang masih dapat diredam kiper Cahya Supriadi. Setelah itu, PSIM kembali menggempur pertahanan PSM dan beberapa kali merepotkan lini belakang lawan. Namun berkali-kali kiper Hilman Syah mampu menjaga gawangnya tidak kemasukan sama sekali.
Pertandingan berakhir dengan skor 0-0, menunjukkan betapa ketatnya persaingan di BRI Super League. Kedua tim menunjukkan performa yang solid, terutama di lini pertahanan dan penjaga gawang. Hasil ini menjadi modal penting bagi PSIM untuk terus bersaing di papan atas klasemen.
PSM Makassar: Hilman Syah, Aloisio Soares, Victor Dethan, Savio Roberto, Alex Tanque, Syahrul Lasinari, Ricky Pratama, Victor Luiz, Rizky Eka, Gledson, Medina. Pelatih: Bernardo Tavares.
PSIM Yogyakarta: Cahya Supriadi, Franco Ramos Mingo, Rendra Teddy Wijanarko, Yusaku Yamadera, Raka Cahyana, Rakhmatsho Rahmatzoda, Ze Valente, Anton Fase, Ezequiel Vidal, Nermin Haljeta, Fahreza Sudin. Pelatih: Jean-Paul van Gastel.
Sumber: AntaraNews